Trust Securities: IHSG Belum Beranjak dari Zona Merah

Trust Securities: IHSG Belum Beranjak dari Zona Merah

Trust Securities - detikFinance
Selasa, 25 Sep 2012 08:28 WIB
Jakarta - Adanya rilis berita bahwa telah terjadi deadlock (kebuntuan) saat pertemuan akhir pekan para petinggi Uni Eropa terkait pembentukan Pengawas Perbankan di kawasan Eropa, terutama perbedaan pendapat antara Perancis dan Jerman telah membuat bursa saham Asia tekena dampak negatifnya, termasuk IHSG. Pembukaan bursa saham Eropa yang negatif serta perkiraan rilis data ekonomi Jerman yang di bawah estimasi makin membuat IHSG tidak dapat beranjak dari zona merah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.240,26 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 4.190,99 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.200,91. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan bursa saham Asia dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap upaya penyelesaian krisis utang di Uni Eropa menyusul terjadinya kebuntuan dalam pertemuan antara para petinggi Eropa, terutama perbedaan pendapat dari Jerman dan Perancis dalam pembentukan Satuan Pengawasan Perbankan Kawasan Eropa. Di sisi lain, pesimisme akan kegiatan manufaktur China turut menambah sentiment negatif yang ada.

Pergerakan nilai tukar Rupiah dipicu kekhawatiran pasar terhadap krisis utang Eropa terutama Spanyol dan Yunani. Pasar sedikit khawatir menghadapi kemungkinan downgrade Spanyol yang akan dilakukan oleh Moody's yang akan mengumumkan peringkat kredit barunya untuk Negara tersebut. Di sisi lain, Yunani menambah sentimen negatif setelah beredar berita bahwa keputusan akhir mengenai pencairan dana bailout-nya akan tertunda hingga melewati November 2012 karena tidak memenuhi program penghematan yang disyaratkan oleh Troika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan bursa saham Eropa kembali melemah seiring dengan beredar berita negatif gagalnya persetujuan para pemimpin Eropa, terutama dari Jerman dan Perancis, dalam menentukan Pengawasan Perbankan untuk kawasan Eropa. Di sisi lain, penilaian akan masih kontraksinya manufaktur China dan melemahnya sejumlah data ekonomi Jerman menambah kekhawatiran akan pemulihan ekonomi global, terutama kawasan Eropa. Semalam, Perancis telah melelang obligasi dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan.

Pergerakan bursa saham AS sedikit mengalami pelemahan setelah saham-saham keuangan kembali mengalami rebound. Kondisi ini bisa sedikit mengurangi pelemahan yang terjadi di awal perdagangan karena dipicu kekhawatiran akan kondisi di Eropa terkait terjadinya deadlock antar pemimpin Uni Eropa dalam membahas pembentukan Pengawasan Perbankan kawasan zona Euro. Di sisi lain, dihasilkannya keputusan dalam pertemuan G20 di Meksiko berupa diperlukannya pelonggaran moneter dan upaya lebih dari Pemerintah global untuk mempercepat upaya pemulihan global, belum sepenuhnya ditanggapi pelaku pasar.

Pada perdagangan Selasa (25/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.165-4.185 dan resistance 4.210-4.228. IHSG terlihat membentuk pola seperti spinning. Posisi candle mendekati middle bollinger bands. MACD bergerak terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal mencoba bergerak naik. Dari candle yang terbentuk, sulit sepertinya bagi IHSG untuk mengalami rebound, kecuali sentimen yang ada mendukung positifnya pergerakan IHSG. Di sisi lain, belum adanya sentimen positif kemungkinan akan membuat IHSG belum dapat beranjak dari zona merah.

Saham-saham yang dapat diperhatikan a.l LSIP, ITMG, ASII, ICBP, BSDE, WIKA, BMRI, TLKM, & MAPI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads