Jakarta - IHSG Rabu (26/09) ditutup melemah -46.72 poin (-1.11%) di level 4,180.16, IHSG dari awal perdangan kemarin sudah mendapat tekanan setiment dari stimulus the Federal Reserve tentang ketidakpastian bailout Uni Eropa dan diberlakukannya austerity Spanyol dan investigasi Bank Sentral Jerman atas legalitas pembelian obligasi Uni Eropa oleh ECB. Sehingga membuat para pelaku pasar Semakin khawatir akan perlambatan ekonomi dan aksi jual pada saham-saham unggulan pun ikut memberikan tekanan pada IHSG. walaupun kemarin IHSG mengalami pelemahan aksi beli masih di lakukan oleh para investor asing. Nilai transaksi di BEI mencapai Rp4.04 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 3.55 miliar lembar saham. Sektor yang menjadi pendorong pelemahan IHSG pada perdagangan hari rabu kemarin adalah sektor industri aneka dan sektor manufaktur, dimana masing-masing sektor mengalami pelemahan 2.55% dan 1.98%.
Indeks DJIA melemah -44,04 poin atau 0,33% ke level 13.413,51. Indeks S&P turun -8,27 poin atau 0,57% ke level 1.433,32. Indeks Nasdaq turun -24,03 poin atau 0,77% ke level 3.093,70. Pelemahan bursa AS dikarenakan adanya sentiment dari spanyol mengenai penghematan zona Euro sehingga membuat kekhawatiran para pelaku pasar atas kemampuan Eropa untuk mengatasi krisis utangnya.
Hari ini IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, signal negatif Uni Eropa yang akan menjadi penentu pergerakan IHSG selanjutnya. Indikator Stochastic IHSG berada di area overbought dengan indikasi dead cross. IHSG diperkirakan akan bergerak pada range level 4125 β 4200.
(ang/ang)