Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Melemah

Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Melemah

- detikFinance
Kamis, 27 Sep 2012 09:28 WIB
Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Melemah
Jakarta - Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 46.72 poin pada level 4180.16 dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.04 triliun dan asing membukukan net buying sebesar Rp 138.5 miliar.Penurunan indeks kemrain dipicu oleh sentimen negatif dari melemahnya indeks regional dimana investor global mengkhawatirkan stimulus yang diberikan tidaklah cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di AS.

President The Fed of Philadelphia, Charles Plosser menyatakan stimulus ini hanya akan mencederai kredibilitas Fed dan tidak mendorong pertumbuhan dan lapangan kerja. Indeks Dow jones semalam ditutup melemah 44.04 poin ke level 13413.51, indeks S&P ditutup turun 0.57% dan Nasdaq ditutup turun 0.77%. Wall street kembali melemah akibat sentimen negatif dari Aksi demo menolak penghematan anggaran di Spanyol dan Yunani yang berakhir ricuh serta mengindikasikan bahwa Uni Eropa masih belum berhasil mengontrol situasi krisis utang mereka.

Indeks regional pagi ini dibuka melemah, diperkirakan akan memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG. Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed dan potensi melemah terbatas pada kisaran 4140-4205.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CorporateNews



  • KOBX: Perseroan membukukan laba bersih pada semester I-2012 tumbuh 71.65% menjadi Rp 60.18 miliar dari Rp 35.06 pada semester I-2011.
  • INKP: Perseroan memperoleh pinjaman bank sebesar US$ 250 juta. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai pembagunan mesin kertas.
  • CTRP: Perseroan akan membangun hotel bintang lima di Bali. Nilai Investasinya diperkirakan mencapai Rp 2-3 triliun.
  • UNTR: Penjualan alat berat perseroan sampai Agustus 2012 turun 12.2%menjadi sebanyak 5.650 unit. Penurunan dipicu melemahnya permintaan sektor pertambangan.
  • ADHI: Perseroan membiik proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC) pembangkit listrik di Timika, Papua. Nilai kontrak mencapai Rp 1 triliun.
  • BUMI: Perseroan sampai dengan saat ini belum menerima pemberitahuan resmi dari Bumi Plc terkait investigasi dugaan penyimpangan keuangan di Perseroan. Sementara itu S&P menurunkan peringkat utang jangka panjang perseroan menjadi B+ dari sebelumnya BB-.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads