Pergerakan nilai tukar Rupiah dipicu masih adanya kecemasan pelaku pasar yang berlanjut terhadap ketidakpastian masalah krisis utang di Uni Eropa, terutama dengan meningkatnya tensi unjuk rasa di Spanyol dan Yunani sehingga memicu kecemasan akan penyelesaian atas krisis utang Uni Eropa. Di sisi lain, data-data dari Jerman terkait permintaan tingkat tenaga kerja dan pengangguran memberikan gambaran bahwa ekonomi Jerman masih melambat. Namun demikian, pelemahan Rupiah tertahan dengan rilis berita terkait spekulasi adanya pengucuran likuiditas dari China.
Pergerakan bursa saham Asia dipicu sentimen positif dari beredarnya spekulasi bahwa pemerintah China akan mengucurkan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kabar ini beredar setelah rilis banyaknya perusahaan industri China yang mengalami penurunan kinerja dan begitu pun dengan indeks manufaktur dari Bank of Korea yang juga tercatat melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan bursa saham AS bergerak menguat seiring positifnya bursa saham Asia dan Eropa setelah merespon adanya spekulasi bahwa pemerintah China akan mengucurkan stimulusnya untuk menopang perekonomiannya dan komitmen Spanyol untuk mengurangi defisitnya. Bank sentral China (PboC) dikabarkan juga akan memotong kembali suku bunga maupun rasio GWM. Di sisi lain, beberapa rilis data yang dinilai tidak banyak berubah membuat pergerakan indeks saham AS menjadi terbatas.
Pada perdagangan Jumat (28/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.190-4.210 dan resistance 4.240-4.260. IHSG terlihat membentuk pola seperti inverted hammer. Posisi candle sedikit di atas middle bollinger bands. MACD masih bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali naik. Setelah terbentuknya inverted hammer di akhir pola descending triangle seharusnya dapat membuka peluang untuk melanjutkan adanya kenaikan. Tetapi, kondisi ini memerlukan sentimen yang dinilai positif untuk dapat mempertahankan peluang kenaikan tersebut. Untuk itu, dapat dicermati rilis data-data ekonomi yang telah dirilis.
Saham-saham yang dapat dicermati a.l: BWPT, AALI, CPIN, SMGR, ASII, KLBF, WIKA, PGAS, TLKM, BBCA, & MAPI.
(ang/ang)











































