Pergerakan nilai tukar Rupiah dipicu imbas kenaikan beberapa mata uang, terutama Euro terhadap US$ seiring kabar positif hasil pengumuman rencana anggaran Spanyol tahun 2013 dimana program austerity yang dijalankan akan fokus pada belanja negara dibandingkan kenaikan pajak. Kebijakan tersebut merupakan upaya untuk meletakan dasar yang menjadi syarat bailout internasional yang dimediasi oleh Troika. Di sisi lain, ekspektasi pasar atas stimulus tambahan China untuk menopang perekonomian turut memberikan imbas positif. Ekspektasi tersebut menguat setelah laba perusahaan China menurun.
Pergerakan bursa saham Asia dipicu ekspektasi positif dari kemajuan yang dicapai Spanyol dalam rencana mengurangi defisit anggarannya yang diharapkan dapat membantu Eropa mengurangi beban krisis utangnya. Spanyol dikabarkan telah mengusulkan penghematan anggaran kelimanya yang memungkinkan dapat memenuhi target defisit yang telah disepakati dengan zona Euro. Sentimen ini menambah berita positif dari beredarnya spekulasi pemerintah China akan mengucurkan stimulusnya dan rencana otoritas bursa China untuk mengumumkan 10 langkah-langkah untuk meningkatkan pasar saham. Tetapi, penguatan tersebut terbatas setelah beberapa data ekonomi Jepang dan KorSel di rilis di bawah estimasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan bursa saham AS bergerak di zona merah setelah hasil stress test perbankan Spanyol yang dirilis setelah pasar saham Eropa tutup menunjukkan kekurangan permodalan sekitar β¬60 miliar dalam sistem keuangannya. Sementara, semua bank memerlukan modal β¬49 miliar. Spanyol juga mengalami kenaikan yield obligasi 10 di atas 6%.
Pada perdagangan Senin (1/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.217-4.243 dan resistance 4.279-4.288. IHSG terlihat membentuk pola seperti white marubozu. Posisi candle mendekati upper bollinger bands. MACD mencoba bergerak naik dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba reversal naik. Posisi IHSG yang kembali bergerak naik memang membuka peluang kenaikan lanjutan dan berpeluang untuk membentuk pola three white soldier namun, kondisi tersebut dengan asumsi terjaga sentimen positif. Bila sentimen positif tidak terjaga maka IHSG akan kembali rawan terkena aksi profit taking yang seperti biasa mengiringi setelah terjadinya penembusan resisten baru. Untuk itu, cermati sentimen yang ada.
Adapun saham-saham yang diperhatikan a.l :
LSIP BoW Spt 2275-2400 Rst 2475-2500. Terbentuknya white marubozu & didukung stochastic yang mencoba reversal seharusnya membuka peluang kenaikan lanjutan.
INTP Trading Buy Spt 19850-20100 Rst 20550-20700. Pergerakan candle yang masih berada di sekitar area middle bollinger band & stochastic yang kembali mencoba reversal naik dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan peluang kenaikan.
MYOR BoW Spt 21650-22000 Rst 22550-22750. Pergerakan candle yang mencoba membentuk pola three white soldier & masih berada di sekitar area middle bollinger band & stochastic yang kembali mencoba reversal naik dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan peluang kenaikan.
UNVR BoW Spt 25650-25850 Rst 26150-26250. Candle yang masih mencoba bergerak naik dari lower bollinger band dan didukung dengan stochastic yang mencoba reversal naik dari area oversold seharusnya masih membuka peluang kenaikan.
Saham-saham lainnya a.l : BWPT, PTBA, HRUM, ASII, WIKA, TLKM, & RALS.
Weekly Analysis
Pergerakan IHSG hingga akhir pekan kemarin sekaligus sebagai penutup akhir bulan September 2012 berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,42% di level 4.262,56 atau kembali menembus rekor tertinggi terbarunya dimana sebelumnya pernah bertengger di posisi tertingginya di level 4.272,83 pada 17 Sept'12. Dengan perolehan kenaikan di akhir pekan kemarin, persentase kenaikan tersebut berhasil menutupi pelemahan yang sempat terjadi pada minggu sebelumnya dimana IHSG tercatat melemah -0,29% di posisi 4.244,62. Sementara itu, beberapa indeks utama lainnya bergerak variatif dimana Lq45 naik 0,19%, MBX naik 0,68%, IDX30 naik 0,20% namun, JII malah turun -0,30% dan DBX turun -1,42%.
Pada indeks sektoral juga bergerak variatif dimana penguatan terbesar indeks terjadi pada indeks properti yang menguat 3,07% selama sepekan kemarin. Disusul, indeks keuangan naik 1,65%, dan indeks industri dasar naik 1,30%. Sementara pelemahan terjadi pada indeks pertambangan yang turun -3,51% dan indeks perkebunan melemah -1,09%. Pergerakan selama sepekan masih didominasi pergerakan bursa saham regional maupun global dimana sumber atau pemicu pergerakan masih seputar penanganan krisis utang Eropa, terutama permasalah yang menimpa Spanyol dan Yunani saat ini.
Pergerakan bursa saham global, mayoritas mengalami pelemahan selama sepekan. Diantaranya, dari bursa saham AS, DJIA turun -1,05%, S&P500 turun -1,33%, dan Nasdaq melemah -2%. Lalu, dari bursa saham Eropa, FTSE100 anjlok -1,89%, CAC40 merosot -4,89%, dan DAX tergelincir -3,16%. Kemudian dari bura saham Asia, Nikkei225 turun -2,63% dan KOSPI turun-0,31%. Meski mayoritas melemah namun, adapula bursa saham Asia yang positif, yaitu Hang Seng yang naik 0,51% dan ShangHai SEC naik 2,93%.
Pergerakan dipicu sempat adanya kekhawatiran pasar terhadap krisis utang Eropa terutama Spanyol dan Yunani dalam menghadapi kemungkinan downgrade Spanyol yang akan dilakukan oleh Moody's yang akan mengumumkan peringkat kredit barunya untuk Negara tersebut. Di sisi lain, beredar berita bahwa keputusan akhir mengenai pencairan dana bailout Yunani akan tertunda hingga melewati November 2012 karena tidak memenuhi program penghematan yang disyaratkan oleh Troika. Sentimen negatif juga muncul menyusul terjadinya kebuntuan dalam pertemuan antara para petinggi Eropa, terutama perbedaan pendapat dari Jerman dan Perancis dalam pembentukan Satuan Pengawasan Perbankan Kawasan Eropa. Di sisi lain, pesimisme akan kegiatan manufaktur China dan melemahnya sejumlah data ekonomi Jerman turut menambah sentimen negatif yang ada.
Sentimen negatif lainnya pada sepekan kemarin datang dari salah 1 pejabat The Fed yang mengatakan bahwa rencana pembelian The Fed untuk menstimulus perekonomian diragukan keberhasilannya. Di sisi lain, meningkatnya tensi ketegangan antara China dan Jepang kembali membuat investor cemas. Akan tetapi, berita positif dari beredarnya spekulasi pemerintah China akan mengucurkan stimulus dan hasil sidang parlemen Spanyol yang menghasilkan pengurangan belanja negara tanpa menaikkan pajak agar memenuhi target defisitnya, mampu mengangkat mayoritas bursa saham global di akhir pekan kemarin.
Adapun beberapa data-data ekonomi yang akan dirilis a.l:
AS : Manufacturing PMI, Construction Spending (MoM), ISM Manufactruing index, FOMC Meeting, ISM Non Manufacturing index, & Redbook.
Eropa : Manufacturing PMI+Unemployment Rate (MoM) Italia; Manufacturing PMI Spanyol; Manufacturing PMI Jerman; Manufacturing PMI Perancis; Manufacturing PMI+Unemployment rate Eropa; Manufacturing PMI+Mortgage Approvals Inggris.
Asia pasifik : AIG Manufacturing Index+Suku bunga Australia; Tankan Large Manufacturers Index Jepang; HSBC Manufacturing Index+CPI (MoM & YoY)+HSBC Manufacturing PMI KorSel; Manufacturing PMI & HSBC Manufacturing PMI China;
Diperkirakan pekan depan, IHSG akan berada pada rentang Support 4207-4223 Resistance 4283-4301. IHSG terlihat membentuk pola seperti hammer dengan posisi lebih rendah dari sebelumnya. Posisi candle sedikit menjauhi upper bollinger bands. MACD masih mencoba bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak naik terbatas. Posisi IHSG yang kembali membentuk hammer memperlihatkan bahwa pergerakan IHSG masih tetap terjaga meskipun secara intraday sempat mengalami pelemahan. Penembusan resisten baru kembali yang terjadi di akhir pekan kemarin tidak didukung dengan volume yang ada.
Di sisi lain, kembali melemahnya bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan kemarin kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan sehingga dikhawatirkan akan menghalangi potensi penguatan. Selain itu, dari data-data ekonomi global yang keluar lebih didominasi oleh data-data manufaktur yang tentunya akan sangat mempengaruhi pergerakan bursa jika dihasilkan angka di bawah ekspektasi. Belum pulihnya kondisi ekonomi global diperkirakan akan menghasilkan angka yang lebih rendah dari perkiraan sehingga bisa saja membuat pasar akan melemah. Satu lagi, jangan lupa bahwa seperti biasa pekan depan di awal bulan akan dirilis data inflasi, dll.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan a.l: ACES, AALI, BMRI, CPIN, BSDE, CTRP, ICBP, INAF, MAPI, LSIP, & UNVR.
(ang/ang)











































