Sebelumnya bursa-bursa di kawasan Asia ditutup mixed, dimana Hangseng naik ke level 20.840,38 (+0,38%), STI naik ke level 3.060,77 (+0,04%), Nikkei turun ke level 8.870,16 (-0,89%) dan Kospi naik ke level 1.996,21 (+0,38%).
Sementara Pasar Saham Eropa ditutup melemah akibat kembali naiknya yield obligasi di Spanyol hingga mencapai 6%. Akibatnya FTSE turun ke level 5.742,07 (-0,65%), DAX turun ke level 7.216,15 (-1,01%) dan CAC40 turun ke level 3.354,82 (-2,46%).
Sedang Pasar Saham Wall Street pun terkoreksi setelah laporan data aktifitas bisnis dan belanja konsumen yang mengecewakan hingga menimbulkan kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, DJI berada di level 13.437,13 atau turun 48,84 poin (-0,36%), Nasdaq berada di level 3.116,23 atau turun 20,37 poin (-0,65%) dan S&P500 berada di level 1.440,67 atau turun 6,48 poin (-0,45%).
Awal pekan ini perdagangan di Bursa Indonesia diperkirakan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah setelah mencapai rekor tertinggi pada Jumat lalu. Prediksi IHSG akan bergerak di sekitar level 4.202 - 4.275.
(ang/ang)











































