Pergerakan bursa saham Asia dipicu rilis data ekonomi dari China, Jepang, dan KorSel yang dinilai belum memperlihatkan adanya pemulihan di ketiga kawasan tersebut. Rilis data-data ekonomi berupa data manufaktur meskipun ada yang naik tipis namun, indeks manufaktur India versi HSBC pun tidak berubah dari sebelumnya sehingga menunjukkan dampak perlambatan ekonomi yang masih terjadi di Asia.
Pergerakan bursa saham Eropa berbalik menguat dipengaruhi hasil stress test perbankan Spanyol yang dinilai di bawah estimasi sehingga memberi gambaran kondisi perbankan Spanyol tidaklah seburuk yang diperkirakan sebelumnya. Defisit modal perbankan Spanyol senilai β¬59,3 miliar di bawah perkiraan β¬62 miliar. Tetapi, masih ada sejumlah kekhawatiran terhadap Spanyol setelah Menteri Treasury menyatakan kebutuhan dana rekapitalisasi perbankan akan meningkatkan defisit anggaran menjadi 7,4% dari target awal 6,3% dari PDB. Investor juga menunggu keputusan Moody's yang akan mengumumkan hasil kajian terhadap rating utang Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (2/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.201-4.209 dan resistance 4.251-4.262. IHSG terlihat membentuk pola seperti hammer dengan posisi yang lebih rendah dari candle sebelumnya dan sedikit menjauhi upper bollinger bands. MACD kembali bergerak terbatas dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan kenaikannya. Posisi IHSG memperlihatkan bahwa penurunan yang terjadi kembali tertahan sehingga masih membuka peluang rebound jika nantinya didukung oleh sentiment positif. Bila tidak ada sentiment positif yang mendukung maka IHSG akan kembali melanjutkan pelemahannya.
Adapun saham-saham yang diperhatikan a.l AALI, JPFA, GJTL, ICBP, CTRS, PGAS, WIKA, EXCL, BBCA, & MAPI.
(ang/ang)











































