Jakarta - IHSG berakhir dengan penurunan moderat pada perdagangan Senin (01/10), seiring dengan melemahnya indeks-indeks bursa saham Asia setelah data-data manufaktur dari China, AS dan Eropa menunjukkan lemahnya kegiatan manufaktur global. Indeks ditutup di 4,236.293, turun 26.268 poin atau 0.62%. Saham-saham di sektor pertambangan turun paling banyak, dengan indeks sektor tersebut turun 1.70%, diikuti sektor aneka industri yang jatuh 1.20%, dan sektor finansial kehilangan 1.00%. Sementara indeks LQ45 terpangkas 5.776 poin, atau 0.79% di 725.998. Pasar regional Asia pada hari Senin bereaksi negatif terhadap data Purchasing Managersβ Index (PMI) yang dirilis oleh pemerintah China, yang menunjukkan kontraksi kegiatan manufaktur di negara tersebut. Chinaβs Manufacturing PMI tercatat di angka indeks 49.8 di bulan September, dari sebelumnya 49.2 di bulan Agustus. Indeks di atas 50 menunjukkan ekspansi kegiatan ekonomi, sementara nilai di bawah 50 mengindikasikan kontraksi. Sebanyak 141 saham turun, 95 saham naik, dan sisanya 227 saham stagnan pada perdagangan Senin di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.935 miliar lembar saham senilai Rp 3.299 triliun diperdagangkan di pasar reguler Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 22.752 miliar. Saham-saham yang membukukan performa terbaik pada hari Senin diantaranya saham Gudang Garam (GGRM) naik 2,450 poin atau 5.27% ke Rp 48,900, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menguat 500 poin atau 3.09% di Rp 16,700, J Resources Asia Pasifik (PSAB) mencetak 275 poin atau 6.63% di Rp 4,425, Hexindo Adiperkasa (HEXA) bertambah 200 poin atau 2.41% di Rp 8,500, Bhakti Capital Indonesia (BCAP) memperoleh 200 poin atau 23.81% di Rp 1,040. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak antara lain Bayan Resources (BYAN) turun 1,100 poin atau 8.33% ke Rp 12,100, Indo Tambangraya Megah (ITMG) jatuh 900 poin atau 2.14% ke Rp 41,250, Semen Gresik (Persero) (SMGR) kehilangan 400 poin atau 2.77% di Rp 14,050, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) melemah 350 poin atau 1.72% di Rp 20,000, dan Unilever Indonesia (UNVR) terpangkas 300 poin atau 1.15% di Rp 25,750.
Saham-saham AS berakhir dengan kenaikan pada perdagangan Senin (01/10), setelah data ekonomi yang mengindikasikan meningkatnya kegiatan manufaktur AS. Namun kenaikan indeks-indeks bursa saham AS pada hari Senin terbatas setelah komentar oleh ketua the Fed, Ben Bernanke, mengenai kebijakan moneter. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir dengan kenaikan 77.98 poin, atau 0.6%, di 13,515.11 dengan 26 komponennya berakhir di zona positif. Indeks Dow Jones naik tajam 161 poin setelah data ISM Manufacturing yang dirilis kemarin menunjukkan peningkatan kegiatan manufaktur AS, dari angka index 49.6 di bulan Agustus, menjadi 51.5 di bulan September. Indeks S&P 500 naik 3.82 poin, atau 0.3%, menjadi 1,444.49, dengan sektor barang konsumen dan sektor kesehatan memimpin kenaikan indeks. Sementara itu indeks Nasdaq Composite ditutup dengan penurunan tipis, yaitu 2.70 poin, atau 0.1%, di 3,113.53. Saham Apple Inc. (AAPL) yang merupakan komponen terbesar Nasdaq Composite, jatuh 1.2%.
IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, didukung oleh kenaikan indeks-indeks bursa saham global setelah data manufaktur AS mengindikasikan peningkatan kegiatan manufaktur. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan naik moderat dengan support di 4,153.50 dan resistance di 4,272.80.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
GGRM (48,900) β BUY. R2: 52,200, R1: 50,100, S1: 47,000, S2: 46,000
PGAS (4,075) β Spec. Sell. R2: 4,250, R1: 4,150, S1: 4,000, S2: 3,875
GIAA (670) β BUY. R2: 740, R1: 700, S1: 630, S2: 600
ASRI (490) β Spec. Sell. R2: 520, R1: 510, S1: 470, S2: 460
(ang/ang)