Kiwoom Securities: Sentimen Pasar Batasi Penguatan IHSG

Kiwoom Securities: Sentimen Pasar Batasi Penguatan IHSG

- detikFinance
Kamis, 04 Okt 2012 08:36 WIB
Kiwoom Securities: Sentimen Pasar Batasi Penguatan IHSG
Jakarta - Belum adanya faktor pendukung serta turunnya harga minyak di bawah US$ 90 / BBL dapat mempengaruhi aktifitas perdagangan. IHSG bergerak relative turun setelah gagal mencoba level tertingginya kemarin. Masih belum cukup kuatnya sentimen pasar dapat kembali membatasi pergerakan IHSG. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG masih akan melanjutkan tren mixed untuk hari ini.

BBTN – Rencana rights issue

PT Bank Tabungan Negara (BBTN) berencana menerbitkan 1.51 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue dengan harga penawaran Rp 1,000 hingga Rp 1,400 per lembar saham. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 555,000 : 94,943. Mengacu pada kisaran harga penawaran, maka target perolehan dana mencapai Rp 1.51 Triliun hingga Rp 2.12 Triliun. Seluruh dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi kredit. Rencana tersebut menunggu persetuuan RUPSLB 7 November dengan cum date 14 November. PT Bahana Securities , PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BKSL – Nilai prapenjualan

PT Sentul City (BKSL) membukukan kenaikan nilai prapenjualan sebesar 31%Yoy menjadi Rp 407 Miliar pada 9M 2012 Vs Rp 310.2 Miliar pada 1H 2011. Nilai tersebut mencerminkan 68% dari target prapenjualan tahun ini sebesar Rp 600 Miliar. Saat ini BKSL tercatat memiliki lahan seluas 3,029 Ha dimana 1,415 Ha diantaranya telah dikembangkan. Dengan demikian BKSL masih memiliki sisa lahan seluas 1,614 Ha dan lahan cadangan seluas 166 Ha untuk dikembangkan. Beroperasinya tol Bogor Ring Road menjadikan kawasan Sentul City lebih dapat diakses.

PSAB – Fasilitas kredit

PT J Resources Asia Pasifik (PSAB) melalui anak usahanya, PT J Resources Nusantara, memperoleh pinjaman US$ 135 Juta. Fasilitas kredit tersebut berasal dari dua kreditur, CIMB Niaga dan Indonesia Exim bank. Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk melunasi sisa fasilitas kredit yang lama. Fasilitas kredit tersebut juga akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi emas di Indonesia dan meningkatkan fasilitas produksi emas di Malaysia serta modal kerja.

PTBA – Rencana Capex

PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) mengalokasikan US$ 580 Juta untuk capex hingga 2016. Capex tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalur kereta api, PLTU tenaga uap, dan pelabuhan. Pada tahun ini dialokasikan senilai US$ 150 Juta, 2013 US$ 180 Juta, 2014 US$ 200 Juta, dan US$ 50 Juta dialokasikan pada 2015-2016. Proyek PLTU diharapkan dapat beroperasi pada 2014, kereta api pada 2016, dan pelabuhan pada 2017.

WINS – Fasilitas kredit

PT Wintermar Offshore Marine (WINS) telah mendapatkan pinjaman senilai US$ 10 Juta dari International Finance Corporation (IFC). Pinjaman tersebut diperoleh WINS melalui penerbitan convertible loan kepada IFC dan surat utang tersebut dapat dikonversikan mejadi saham seharga Rp 500 per lembar saham. Bila dikonversikan IFC dapat memiliki 5% saham WINS. Jangka waktu pinjaman selama tiga tahun jika tidak dikoversi menjadi saham, pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 4.5% per tahun. Pinjaman tersebut masih akan digunakan untuk membeli kapal baru yang rencananya WINS ingin menambah tujuh kapal sepanjang tahun ini.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads