Trust Securities: Investor Waspadai Sentimen Eropa dan AS

Trust Securities: Investor Waspadai Sentimen Eropa dan AS

- detikFinance
Jumat, 05 Okt 2012 08:12 WIB
Jakarta - Seperti yang kami perkirakan sebelumnya dimana IHSG memiliki peluang rebound jika penutupan bursa saham AS berada di teritori hijau dan terlihat bahwa penutupan bursa saham AS sebelumnya memang ditutup menguat setelah merespon positif data ketenagakerjaan, ISM Non-Manufacturing Index, dan aplikasi mortgage yang dirilis di atas perkiraan. Kondisi itupun berimbas pada pergerakan bursa saham Asia, terutama indeks HSI yang tetap berada di zona positif hingga akhir perdagangan. Begitu pun dengan IHSG yang akhirnya berhasil rebound dan kembali menembus rekor terbarunya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.275,75 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 4.248,30 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.271,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar Rupiah dipicu imbas sentimen positif dari global yang turut pula mempengaruhi pergerakan saham di area positif. Positifnya bursa saham yang terimbas dari rilis data-data ekonomi AS sebelumnya yang di atas estimasi membuat pelaku pasar valas turut melakukan aksi beli pada Rupiah. Tetapi, penguatan ini masih bersifat terbatas seiring turunnya angka penjualan ritel Australia dan sikap wait & see pelaku pasar terhadap rilis klaim pengangguran AS.

Β Pergerakan bursa saham Asia berada pada zona hijau setelah merespon kenaikan pada data-data ekonomi AS yang dirilis di atas estimasi. Positifnya rilis data-data tersebut setidaknya membuat kekhawatiran perlambatan menuju resesi ekonomi AS bisa sedikit berkurang. Di sisi lain, beredar spekulasi bahwa Jepang akan kembali melakukan program stimulusnya untuk menopang perlambatan ekonominya dimana sebelumnya Bank of Japan telah melakukan pembelian obligasi senilai Β₯10-55 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan bursa saham Eropa dipicu penilaian pelaku pasar terhadap ECB yang mempertahankan suku bunga rendahnya dan menahan langkah pelonggaran moneter. Selain ECB, Bank of England (BoE) juga telah mengumumkan keputusan moneter terbarunya. Pasar kembali mengingat lagi hasil pertemuan ECB bulan September lalu yang mengeluarkan kebijakan pembelian obligasi Uni Eropa. Selain itu, BoE juga mempertahankan target pembelian obligasi senilai Β£375 miliar (US$604 miliar). Pelaku pasar juga mencermati kenaikan yield obligasi Spanyol tenor 3 tahun di level 3,956% dari sebelumnya 3,845%.

Pergerakan bursa saham AS masih di zona positif setelah rilis data klaim pengangguran masih di bawah perkiraan dan keputusan ECB untuk siap membeli obligasi serta mempertahankan suku bunganya di level 0,75%.

Pada perdagangan Jumat (5/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.239-4.254 dan resistance 4.287-4.297. IHSG terlihat membentuk pola seperti spinning dan mencoba kembali mendekati upper bollinger bands. MACD masih bergerak terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali berusaha dimana sebelumnya gagal melanjutkan pergerakan naik. Pergerakan IHSG masih sama seperti sebelumnya dimana penguatan yang terjadi masih terbatas. Pelaku pasar masih waspada terhadap sentimen-sentimen yang akan dirilis, terutama dari Eropa dan AS. Untuk itu, cermati data-data klaim pengangguran AS serta perubahan tingkat suku bunga di Eropa dan Inggris karena kemungkinan secara tidak langsung dapat mempengaruhi pergerakan bursa saham Asia, termasuk IHSG.

Adapun saham-saham yg dapat diperhatikan a.l :SMGR, IMAS, INDF, CTRA, ASRI, SSIA, EXCL, BMRI, BBCA, AKRA, & MAPI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads