Jakarta - Adanya berita positif dari penurunan klaim pengangguran AS disambut positif bursa saham Asia termasuk IHSG meski bursa saham AS sendiri justru mencatatkan pelemahan karena penurunan saham-saham berbasis teknologi. Di sisi lain, kenaikan indeks saham Asia, terutama HSI (Hang Seng Index) juga dipicu beredarnya kembali spekulasi bahwa Pemerintah China akan segera meluncurkan stimulusnya untuk menahan perlambatan yang terjadi. Hal ini muncul seiring rilis pemangkasan outlook ekonomi global oleh bank dunia dan IMF. Tetapi, jelang penutupan IHSG, pergerakan bursa saham Eropa yang sempat dibuka melemah membuat pergerakan IHSG mulai variatif meski akhirnya tetap dapat ditutup di zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.315,86 (level tertingginya) jelang akhir sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 4.293,73 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.311,39,97. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Estimasi Pergerakan IHSGPada perdagangan Senin (15/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.267-4.290 dan resistance 4.323-4.338. IHSG membentuk pola seperti shooting star dan kembali mendekati upper bollinger bands. MACD bergerak naik tipis dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak reversal naik mendekati area overbought. Kenaikan IHSG kembali mengulang pergerakan seperti pada akhir pekan awal Oktober saat IHSG juga menyentuh level 4.311an. Pola yang terjadi pun juga kurang lebih sama. Bahkan kembali membuat gap sehingga dimungkinkan posisi ini digunakan untuk profit taking. Oleh karena itu, jika pun terjadi pelemahan maka kondisi ini wajar dan diharapkan sentimen yang muncul tidak terlalu buruk sehingga pelemahan masih dalam tahap terbatas.
(ang/ang)