Jakarta - Negatifnya bursa saham AS dan Eropa pada perdagangan sebelumnya sempat membuat IHSG bergerak melemah di awal perdagangannya. Apalagi bursa saham Asia di awal perdagangan juga bergerak melemah. Akan tetapi, dengan adanya rilis kenaikan CPI kuartalan Australia dan terutama kenaikan HSBC Manufacturing PMI China maka membuat bursa saham Asia, tertahan pelemahannya. Apalagi ketika bursa saham Hong Kong, yang sebelumnya libur, mulai bergerak positif sehingga memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG. Sentimen positif dari rilis laporan kinerja emiten domestik yang masih dapat bertumbuh positif menjadi perhatian pelaku pasar sehingga aksi beli masih mendominasi perdagangan. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.341,09 (level tertingginya) jelang akhir sesi 1 dan sempat menyentuh level 4.309,82 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.335,38. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (25/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.310-4.325 dan resistance 4.344-4.352. IHSG kembali berpola spinning dan mendekati middle bollinger bands. MACD masih bergerak mendatar dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali reversal menuju area overbought. Diharapkan dengan terbentuknya spinning yang lebih rendah dari candle sebelumnya memberikan peluang IHSG untuk tetap bertahan di zona hijau. Pergerakan diperkirakan masih akan bervariatif cenderung mencoba menguat terbatas dengan memfaktorkan berkurangnya volume transaksi jelang libur panjang di akhir pekan dan rilis berita-berita positif akan kinerja emiten domestik.
(ang/ang)