First Asia Capital: Ekonomi Global Melambat

First Asia Capital: Ekonomi Global Melambat

- detikFinance
Kamis, 25 Okt 2012 08:54 WIB
First Asia Capital: Ekonomi Global Melambat
Jakarta - Pergerakan IHSG kemarin tidak banyak terpengaruh dengan gejolak yang terjadi di pasar saham global. Meskipun sempat dilanda tekanan jual pada sesi awal perdagangan namun indeks berhasil menguat terbatas 5,23 poin ke posisi 4335,375. Penguatan dipicu aksi beli saham TLKM, ASII dn PGAS. Pelaku pasar merespon positif kinerja emiten-emiten tersebut sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Sementara itu dari perkembangan pasar saham global, indeks saham utama di Wall Street tadi malam kembali terkoreksi terbatas.

Indeks DJIA dan S&P masing-masing turun 0,19% dan 0,31% ditutup di 13077,34 dan 1408,75. Pelemahan ini terutama dipicu turunnya outlook laba perusahaan dan pencapaian pendapatan sejumlah perusahaan multinasional yang dibawah target awal. Pasar juga tidak mendapatkan sesuatu yang baru dari hasil pertemuan The Fed. Dari kawasan ekonomi lainnya, sejumlah aktivitas manufaktur masih menunjukkan pelemahan yang mengkonfirmasi perlambatan perekonomian global masih terus berlangsung. The China HSBC Flash Manufacturing PMI Index Oktober di posisi 49,1, meskipun naik dari September sebesar 47,9 namun masih menunjukkan kontraksi. Sedangkan Jerman Flash Manufacturing PMI Index Oktober turun ke 45,7 dari 47,4 September lalu.

Perekonomian global yang masih mengalami perlambatan tersebut membuat pergerakan indeks saham menjadi terbatas. Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Penguatan terutama dipicu antisipasi pasar atas rilis laba emiten 3Q12. IHSG akan bergerak dengan support di 4300 dan resisten di 4350.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG : S1 4300 S2 4270 R1 4350 R2 4370

Saham Pilihan
TLKM 9700-10000 TB, SL: 9400
ASII 7900-8200 Buy, SL 7800
BRMS 370-420 BoW, SL 360
SSIA 1170-1240 Buy, SL 1150
MAPI 6550-6900 Buy, SL 6400
PGAS 4350-4500 TB, SL 4300
APLN 340-360 TB, SL 330

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads