Jakarta - Seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana IHSG akan bervariatif cenderung mencoba menguat terbatas dan IHSG pun memang bergerak sesuai dengan perkiraan kami tersebut. Bahkan seperti beberapa tahun sebelumnya secara historikal dimana jelang libur Idul Adha, IHSG mampu bertahan di zona hijau meskipun dalam perjalanannya sempat mampir ke zona merah. Adanya ekspektasi dan positifnya rilis kinerja emiten perbankan dan emiten lainnya memberikan sentimen positif dan melakukan pembelian selektif. Pergerakan bursa saham Asia yang bervariatif cenderung menguat dan pembukaan pasar saham Eropa yang juga cenderung positif membuat IHSG mampu menutup perdagangan di teritori positif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.346,48 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan sempat menyentuh level 4.323,13 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.339,15. Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (29/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.315-4.328 dan resistance 4.349-4.358. IHSG kembali berpola spinning dan mendekati upper bollinger bands. MACD masih bergerak mendatar dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mendatar di area overbought. Terlihat IHSG mencoba bertahan untuk tidak melemah sehingga pergerakan cenderung sideways. Meskipun terdapat potensi pelemahan karena kondisi bursa saham global yang kurang kondusif namun, dengan mulai banyaknya rilis laporan keuangan emiten domestik diharapkan pelemahan bersifat terbatas dan masih dapat bergerak bervariatif cenderung mencoba menguat terbatas.
(ang/ang)