Jakarta - IHSG kembali mencetak rekor tertinggi terbarunya melewati perkiraan kami sebelumnya meskipun selama intraday perdagangan berjalan datar. Sejak awal pembukaan, IHSG langsung menuju zona hijau meskipun kondisi bursa saham Asia di awal perdagangan sempat melemah karena merespon dampak gangguan badai Sandy terhadap aktivitas bisnis di AS dan beberapa sentimen negatif di pasar Eropa. Negatifnya indeks HSI dan Nikkei pasca rilis berita keluarnya stimulus pembelian aset oleh BoJ sempat melambatkan IHSG namun, dengan pembukaan bursa saham Eropa yang positif membuat IHSG nyaman bertahan di zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.366,86 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan sempat menyentuh level 4.328,94 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.364,60. Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Rabu (31/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.349-4.355 dan resistance 4.379-4.385. IHSG berpola white marubozu dan menjauhi middle bollinger bands. MACD bergerak mendatar dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba reversal naik pada area overbought. IHSG mematahkan kembali potensi pelemahan yang ada dan mencoba kembali ke dalam tren kenaikannya. Diharapkan dengan masih akan adanya rilis laporan keuangan, IHSG masih dapat mempertahankan penguatannya. Untuk itulah, IHSG kemungkinan akan bergerak variatif cenderung menguat terbatas.
(ang/ang)