Coal Sector – Perbaikan jembatan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT AKR Corporindo (AKRA) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 14.55%Yoy menjadi Rp 481.7 Miliar. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 13.4%Yoy menjadi Rp 16.3 Triliun. Bisnis distribusi BBM menjadi kontribusi utama dengan 80.2% dari total pendapatan perseroan atau setara Rp 13.08 Triliun. Volume distribusi BBM naik 8% ditambah kenaikan harga jual BBM sekitar 7%-8% dibandingkan tahun lalu. Pembangunan terminal baru di Kalimantan dan Sulawesi menaikkan penjualan BBM signifikan di kawasan Indonesia Timur. Pendapatan lain dikontribusi oleh bisnis distribusi bahan kimia dasar, manufaktur, dan logistik batubara.
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 30.4% yoy menjadi Rp 13.6 Triliun dari Rp 10.4 Triliun pada 9M 2011 walaupun pendapatan bunga bersih hanya meningkat sebesar 2% menjadi Rp 26.7 Triliun. Kenaikan laba tersebut diatas disebabkan oleh pemulihan atas cadangan penurunan nilai dan penurunan kerugian penurunan nilai aset keuangan. NIM dan ROE perusahaan turun masing-masing menjadi 8.43% dan 36.87% dari 10.04% dan 39.84%. CAR tercatat meningkat dari 14.84% menjadi 15.95% dan NPL Gross turun dari 3.26% menjadi 2.33%.
PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2012 sebesar 8.4%Yoy menjadi Rp 1.65 Triliun Vs Rp 1.53 Triliun pada 9M 2011 lalu yang didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 12.3%Yoy menjadi Rp 16.23 Triliun. Laba operasional tercatat naik 8%Yoy menjadi Rp 2.17 Triliun pada 9M 2012.
PT Vale Indonesia (INCO) membukukan penurunan laba bersih 9M 2012 sebesar 90.9%Yoy menjadi US$ 28.94 Juta Vs US$ 319.86 Juta pada 9M 2011 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan pendapatan sebesar 31%Yoy menjadi US$ 693.69 Juta. Naiknya biaya pokok produksi mengakibatkan INCO membukukan penurunan laba kotor sebesar 79.4%Yoy menjadi US$ 97.59 Juta.
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2012 sebesar 9.7%Yoy menjadi Rp 2.55 Triliun Vs Rp 2.32 Triliun pada 9M 2011 lalu yang didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 10.3%Yoy menjadi Rp 37.25 Triliun. Laba operasional tercatat naik 3.4%Yoy menjadi Rp 5.36 Triliun pada 9M 2012.
PT United Tractors (UNTR) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2012 sebesar 2.7%Yoy menjadi Rp 4.47 Triliun Vs Rp 4.35 Triliun pada 9M 2011 lalu kendati membukukan kenaikan pendapatan sebesar 11%Yoy menjadi Rp 44.14 Triliun. Namun naiknya beban pokok pendapatan serta biaya operasional membuat UNTR membukukan kenaikan laba operasional sebesar 7.5%Yoy menjadi Rp 5.92 Triliun pada 9M 2012.
(ang/ang)











































