Lautandhana Securindo: Kemungkinan Terjadi Profit Taking

Lautandhana Securindo: Kemungkinan Terjadi Profit Taking

Lautandhana Securindo - detikFinance
Rabu, 31 Okt 2012 09:09 WIB
Lautandhana Securindo: Kemungkinan Terjadi Profit Taking
Jakarta - IHSG kemarin ditutup menguat sebesar 0,8% di level 4.364,6 kembali mencetak rekor tertinggi baru yang didorong aksi beli selective pada saham-saham unggulan, terutama saham-saham perbankan. Pendorong menguatnya IHSG adalah rilis kinerja keuangan emiten 9M12 yang positif. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 86 miliar. Sementara itu, pelaku pasar bursa Asia cenderung wait & seeadanya topan Sandy yang melanda New York dan New Jersey sehingga bursa Asia hanya ditutup menguat terbatas. Saham-saham top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 20.950, Mandom (TCID) naik Rp 800 ke Rp 9.500, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 26.150, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 450 ke Rp 2.500; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.500 ke Rp 40.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 50.300, Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 300 ke Rp 6.200, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 21.650.

Bursa Eropa semalam ditutup menguat yang terdongkrak oleh suksesnya lelang surat utang di Italia senilai EUR 7 miliar dengan tenor 5 dan 10 tahun. Kinerja keuangan emiten sektoral energy dan perbankan di 9M12 yang inline dengan ekspektasi juga menambah semangat penguatan bursa Eropa. Emiten tersebut antara lain: Bp Plc, UBS, Deutsche Bank dan Erste Group Bank. Indeks DJ Euro Stoxx naik 1,5% untuk ditutup pada level 2.516 sedangkan indeks FTSE 100 menguat 0,9% ditutup di level 5.849,9. Sementara itu, bursa AS masih ditutup akibat serangan badai Sandy yang melanda New York dan New Jersey.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat cukup signifikan dimana indeks Nikkei +1%; KOSPI +0,8%; STI +0,2% dan KLSE -0,04%. Untuk IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada kisaran trading 4.353-4.424. Taking profit kemungkinan bersar terjadi akibat lonjakan IHSG yang signifikan di perdagangan sebelumnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads