Phillip Securities: Regional Beri Momentum Positif Bagi IHSG

Phillip Securities: Regional Beri Momentum Positif Bagi IHSG

- detikFinance
Jumat, 02 Nov 2012 09:16 WIB
Phillip Securities: Regional Beri Momentum Positif Bagi IHSG
Jakarta - Sebagian besar saham-saham Indonesia berakhir di zona negatif pada perdagangan Kamis (01/11), meskipun bursa-bursa regional Asia menguat setelah data manufaktur China mengindikasikan meningkatnya kegiatan manufaktur di negara tersebut pada bulan Oktober. IHSG berakhir dengan penurunan 14.929 poin, atau 0.34%, menjadi 4,335.362, dengan enam dari 9 sektor berakhir negatif. Sektor aneka industri mengalami penurunan paling banyak, yaitu 1.43%, diikuti oleh sektor properti dan konstruksi yang jatuh 0.93%, dan sektor infrastruktur terpangkas 0.59%. Sementara itu, indeks LQ45 kehilangan 3.433 poin, atau 0.46%, dan ditutup di 747.688, dengan 18 dari 45 komponennya turun. Indeks-indeks bursa regional Asia rata-rata mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis, setelah dirilisnya data Purchasing Managers’ Index (PMI) oleh China, yang menunjukkan meningkatnya kegiatan manufaktur di negara tersebut, dari angka indeks 50.2 untuk bulan Oktober, dari sebelumnya 49.8 di bulan September. Sementara itu, dari dalam negeri BPS melaporkan inflasi sebesar 4.61% (yoy) untuk bulan Oktober, naik dari sebelumnya 4.31% (yoy) di bulan September. Sebanyak 134 saham turun, 90 saham naik, dan sisanya 242 saham tidak berubah pada perdagangan Kamis di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.896 miliar lembar saham senilai Rp 4.553 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 842.85 miliar. Saham-saham yang mengkontribusi positif pada perdagangan Kamis antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 800 poin atau 1.97% ke Rp 41,450, H.M. Sampoerna (HMSP) menguat 750 poin atau 1.39% di Rp 54,750, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) mencetak 750 poin atau 3.50% menjadi Rp 22,150, Indosat (ISAT) memperoleh 500 poin atau 7.69% di Rp 7,000, dan Unilever Indonesia (UNVR) menguat 250 poin atau 0.96% di Rp 26,300. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya Merck (MERK) jatuh 13,500 poin atau 8.63% ke Rp 143,000, Gudang Garam (GGRM) turun 950 poin atau 1.93% ke Rp 48,200, XL Axiata (EXCL) kehilangan 500 poin atau 7.30% di Rp 6,350, Multi Prima Sejahtera (LPIN) terpangkas 250 poin atau 2.73% di Rp 8,900, dan Mayora Indah (MYOR) melemah 250 poin atau 1.06% di Rp 23,400.

Saham-saham AS mengalami reli tajam pada perdagangan Kamis (01/11), setelah dirilisnya serangkaian data-data ekonomi dari AS dan China yang memberikan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi global. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 136.16 poin, atau 1%, menjadi 13,232.62. Indeks S&P 500 menguat 15.43 poin, atau 1.1%, di 1,427.59, dengan sektor perindustrian dan teknologi informasi naik paling banyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Indeks Nasdaq Composite bertambah naik 42.83 poin, atau 1.4%, dan ditutup di 3,020. Didukung oleh optimisme masyarakat AS terhadap prospek ketenagakerjaan dan kondisi usaha di AS, indeks kepercayaan konsumen untuk bulan Oktober yang dirilis pada hari Kamis (01/11) naik ke level tertinggi sejak Februari 2008, yaitu 72.2, dari sebelumnya 68.4 di bulan September. Sementara itu pada hari yang sama, indeks ISM Purchasing Managers', yang mengukur tingkat pemesanan bahan-bahan mentah dan barang-barang produksi di AS, naik menjadi 51.7% untuk bulan Oktober, dari sebelumnya 51.5% di bulan September dan 49.6% di bulan Agustus.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat hari ini, setelah reli tajam di bursa-bursa AS semalam memberikan arah yang positif bagi bursa-bursa regional Asia pagi ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,288 dan resistance di 4,360.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
BBNI (3,725) – Sell on Strength. R2: 3,900, R1: 3,825, S1: 3,625, S2: 3,525.
EXCL (6,350) – SELL. R2: 6,800, R1: 6,600, S1: 6,150, S2: 5,900.
PWON (245) – Sell on Strength. R2: 275, R1: 255, S1: 225, S2: 215.
INTP (22,150) – Spec. Buy. R2: 22,900, R1: 22,500, S1: 21,500, S2: 21,000.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads