Sepekan terakhir IHSG melemah 0,18%. Ini terutama akibat aksi ambil untung investor asing, tercermin dari nilai penjualan bersih yang mencapai Rp.1,52 triliun. Selama sepekan terakhir transaksi di pasar saham terutama digerakkan oleh rilis laporan keuangan 3Q12 dan perkembangan ekonomi yang terjadi di negara utama dunia seperti AS, Jerman dan China.
Data-data ekonomi AS yang keluar relatif lebih baik dari perkiraan dan ini juga dialami oleh China. Namun memasuki perdagangan akhir pekan kemarin, indeks saham utama di Wall Street seperti DJIA dan S&P mengalami koreksi masing-masing 1,05% dan 0,94%. Koreksi ini terutama dipicu koreksi yang terjadi di sektor energi dan material menyusul merosotnya harga komoditasnya. Harga minyak mentah di AS akhir pekan lalu turun 2,6% menjadi USD84,86/barrel dan harga emas turun 2,3% menjadi USD1674,10/t.oz. Koreksi ini mengabaikan data tenaga kerja AS yang keluar akhir pekan kemarin yang lebih baik. Angka pengangguran di AS Oktober lalu naik tipis menjadi 7,9% dari bulan sebelumnya 7,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4300 S2 4270 R1 4350 R2 4370
Â
Saham Pilihan
Â
RALS 1100-1150 TB, SL 1080
ASII 7750-8100 Buy, SL 7650
MAPI 6100-6400 BoW, SL 6050
INCO 2625-2800 Sell
BRMS 380-420 Buy, SL 370
BRAU 230-260 Buy, SL 220
CPIN 3150-3275 TB, SL 3100
(ang/ang)











































