Phillip Securities: Sentimen Negatif Global Berpotensi Tekan IHSG

Phillip Securities: Sentimen Negatif Global Berpotensi Tekan IHSG

Phillip Securities Indonesia - detikFinance
Kamis, 08 Nov 2012 09:45 WIB
Phillip Securities: Sentimen Negatif Global Berpotensi Tekan IHSG
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan pada perdagangan Rabu (07/11), seiring dengan pergerakan positif pada bursa-bursa regional Asia setelah presiden AS Barack Obama kembali memenangkan pemilu AS. IHSG berakhir dengan kenaikan 36.159 poin, atau 0.84%, ke 4,350.424, dengan delapan dari 9 sektor utama menguat. Sektor industri dasar memimpin dengan kenaikan 1.36%, diikuti oleh sektor finansial yang naik 1.14%, dan sektor aneka industri bertambah 1.08%. Sektor perdagangan dan jasa menjadi satu-satunya sektor yang ditutup di zona negatif, yaitu turun 0.14%. Sebagian besar saham-saham blue-chip Indonesia juga menguat pada hari Rabu, dengan 27 dari 45 komponen LQ45 ditutup di zona positif. Indeks LQ45 sendiri mencetak kenaikan 8.361 poin, atau 1.13%, ke 751.009. Rata-rata indeks-indeks bursa regional Asia menguat setelah hasil penghitungan suara pada pemilu di AS menunjukkan kemenangan presiden Barack Obama atas rivalnya Mitt Romney dari partai Republik. Selain itu, penutupan yang positif pada bursa-bursa AS pada hari sebelumnya juga ikut memberikan momentum positif pada indeks-indeks saham regional Asia pada hari Rabu. Sebanyak 142 saham naik, 82 saham turun, dan sisanya 243 saham tidak berubah pada perdagangan Rabu di Bursa Efek Indonesia, dimana lebih dari 3.65 miliar lembar saham senilai Rp 3.606 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 649.38 miliar. Saham-saham yang membukukan kenaikan terbanyak pada perdagangan Rabu antara lain Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik 1,300 poin atau 10.00% di Rp 14,300, Gudang Garam (GGRM) menguat 1,050 poin atau 2.26% menjadi Rp 47,500, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) bertambah 400 poin atau 1.79% di Rp 22,800, Harum Energy (HRUM) mencetak 300 poin atau 5.83% di Rp 5,450, dan Unilever Indonesia (UNVR) memperoleh 300 poin atau 1.15% di Rp 26,300. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya Multi Prima Sejahtera (LPIN) jatuh 800 poin atau 10.00% ke Rp 7,200, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) turun 300 poin atau 6.38% ke Rp 4,400, Bank Mayapada Internasional (MAYA) kehilangan 275 poin atau 9.91% di Rp 2,500, Indosat (ISAT) terpangkas 150 poin atau 2.27% di Rp 6,450, dan Voksel Electric (VOKS) melemah 140 poin atau 12.73% di Rp 960.

Saham-saham AS jatuh tajam pada perdagangan Rabu (07/11), dengan indeks Dow Jones Industrial Average membukukan penurunan harian terburuk tahun ini, seiring dengan kembalinya masalah "fiscal cliff" AS dan krisis utang Eropa menjadi fokus pasar setelah berakhirnya pemilu AS. Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 312.95 poin, atau 2.4%, ke 12,932.73. Saham Bank of America Corp (BAC) dan J.P. Morgan & Co. (JPM) memimpin penurunan yang terjadi pada seluruh 30 komponen Dow pada hari Rabu. Indeks S&P 500 kehilangan 33.86 poin, atau 2.4%, dan ditutup di 1,394.53, di bawah level psikologis 1,400. Sementara indeks Nasdaq Composite terpangkas 74.64 poin, atau 2.5%, menjadi 2,937.29. Para pelaku pasar terfokus pada potensi kenaikan pajak di AS senilai lebih dari USD 600 miliar, yang akan terjadi secara otomatis di awal Januari 2013 apabila kongres AS gagal mencapai kesepakatan dalam memangkas defisit AS. Dengan habisnya masa berlaku program pengurangan pajak yang dilakukan oleh presiden AS sebelumnya, George Bush, pada awal tahun depan, pajak individu akan naik dari 10% menjadi 15% untuk masyarakat AS dengan penghasilan rendah, dan dari 35% menjadi 42% untuk masyarakat berpenghasilan tinggi. Sementara untuk keuntungan investasi jangka panjang dan dividen yang saat ini masih berada di level 15%, akan naik menjadi 20% untuk keuntungan investasi jangka panjang dan menjadi sekitar 44% untuk dividen.

IHSG kemungkinan akan mengalami penurunan hari ini, setelah jatuhnya indeks-indeks bursa AS kemarin dan indeks-indeks regional Asia pagi ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,306 dan resistance di 4,362.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
BBRI (7,250) – Buy on Weakness. R2: 7,650, R1: 7,400, S1: 7,000, S2: 6,800.
SMGR (14,900) – Spec. Buy. R2: 15,300, R1: 15,100, S1: 14,750, S2: 14,500.
HRUM (5,450) – Buy on Weakness. R2: 5,900, R1: 5,650, S1: 5,300, S2: 5,100.
MNCN (2,575) – SELL. R2: 2,825, R1: 2,700, S1: 2,450, S2: 2,300.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads