Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Melemah

Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Melemah

- detikFinance
Kamis, 08 Nov 2012 10:20 WIB
Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed, Cenderung Melemah
Jakarta - Market Comment

Pada perdagangan kemarin ,IHSG bergerak naik dan berhasil ditutup menguat sebanyak 36.15 poin ke level 4350.42 dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.47 triliun dan asing membukukan net sell sebesar Rp 428.71 miliar. Indeks Dow jones semalam ditutup melemah -312.95 poin ke level 12932.73 sedangkan indeks S&P ditutup melemah 2.37% dan Nasdaq turun 2.48% usai terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden AS ,dipengaruhi sentimen negatif dari ancaman fiscal cliff dan Kekhawatiran terhadap perekonomian Eropa yang semakin melemah. Fiscall cliff sudah menggelayuti pemerintahan selama beberapa bulan terkhir, fiscal cliff adalah paket penaikan pajak dan pemangkasan belanja senilai US$ 600miliar yang secara otomatis akan berlaku pada Januari 2013.Hal ini bisa menggerogoti perekonomian AS sampai US$ 7 triliun.Sentimen negatif lainnya datang dari pernyataan negatif presiden ECB, Mario Draghi yang menyatakan bahwa aktivitas ekonomi di Zona Eropa masih tetap lemah dan perlambatan ekonomi kemungkinan akan merambah ke Jerman.

Indeks Regional pagi ini dibuka melemah , diperkirakan akan memberikan sentimen yang negatif terhadap pergerakan IHSG. Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah pada kisaran 4300-4365. Investor bisa mencaermati saham saham berkapital besar dan menerapkan strategi trading Buy on weakness

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Corporate News

SSIA: Perseroan membeli 33% saham anak usahanya, PT Suryalaya Anindita Internasional, senilai US$ 25 juta atau sekitar Rp 240 miliar. Perseroan juga membukukan kenaikan pendapatan hingga kuartal III-2012 sebanyak 22.4% menjadi Rp 2.6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2.1 triliun.
VRNA: Perseoan menawarkan kupon sekitar 7-9.25% untuk obligasi berkelanjutan tahap I tahun 2012 senilai Rp 400 miliar. Dana hasil penerbitan utang akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan otomotif dan alat berat.
MRAT: Perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 610 miliar pada 2013 atau naik 30% dibandingkan proyeksi tahun ini senilai Rp 460 miliar. Hingga kuartal III-2012 perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 322 miliar dan laba bersih Rp 16 miliar.
NIRO: Perseroanmencatatkan prtumbuhan laba bersih hingga 132 kalimenjadi Rp 21.13 miliar sepanjang 9 bulan pertama tahun ini , dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar Rp 159 juta.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads