Bursa di Wall Street mengalami penurunan drastis pada menjelang akhir-akhir perdagangan waktu New York. Dow naik mengalami penurunan terdalam sepanjang tahun ini sebesar -2,36% ke 12.932,73,S&P 500 turun -2.37% ke level 1,394.53. dan indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6% menjadi 122,63.Dari pasar Energi, harga minyak terus terkoreksi pasca recovery Badai Sandy, serta lompatan bunga obligasi yang terbesar hampir dalam 5 bulan. Hal ini terjadi setelah penunjukan rencana pemotongan anggaran tahun depan oleh pemerintahan Obama untuk menghindari kenaikan beban fiskal dengan cara menurunkan defisit hingga US$$600 miliar hasil dari penaikan pajak dan pemangkasan belanja tahun depan yang mengancam perlambatan ekonomi AS.
Sedangkan bursa Eropa merespons situasi di AS beberapa jam sebelum penutupan Wall Street. Katalis negatif lainnya adalah demonstrasi besar-besaran yang terjadi di depan gedung parlemen Yunani yang menuntut reformasi pemerintah dan memberikan subsidi lebih guna menghindari kebangkrutan dan juga lesunya kegiatan perekonomian di Jerman.Dari Cina, pasar menanti atas kebijakan pengganti Perdana Menteri China Wen Jiabao.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat Euforia Obama, IHSG pada perdagangan kemarin naik +36.15 poin (+0.83%) ke level 4,350.42 .Begitu juga dengan indeks saham unggulan IDX30 yang naik 4.45 poin (1,19%) ke posisi 380.07.Nilai perdagangan saham di BEI mencapai Rp4.46 triliun dan investor asing melakukan net sell Rp.682.81 miliar. Kami memperkirakan hari ini IHSG akan mixed dengan kecenderungan melemah, akibat banyaknya sentimen negatif dari regional dengan Support 4,310 dan resistan di 4,410.
Kami merekomendasikan investor untuk BUY saham-saham yang mempunyai valuasi bagus seperti AKRA, ADHI, TOTL, PGAS, GGRM, PTPP, KLBF, ASII, BMRI, IDKM, TOWR, SSIA, dan ADRO.
(dru/dru)











































