Lautandhana Securindo: Kemungkinan Terjadi Profit Taking

Lautandhana Securindo: Kemungkinan Terjadi Profit Taking

Lautandhana Securindo - detikFinance
Jumat, 09 Nov 2012 09:51 WIB
Lautandhana Securindo: Kemungkinan Terjadi Profit Taking
Jakarta - IHSG kemarin ditutup kembali melemah 0,5% di level 4.327,9 mengekor jatuhnya bursa Asia akibat outlook negative dari AS dan Eropa, yakni pembengkakan anggaran AS dan jeleknya data-data ekonomi makro Jerman. Hampir keseluruhan sektoral ditutup terkoreksi yang dipimpin oleh pelemahan saham-saham unggulan akibat maraknya tekanan jual, terkecuali saham sektoral aneka industry yang ditutup menguat. Asing membukukan transaksi net sell senilai Rp 326 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 300 ke Rp 7.500, Pudjiadi (PNSE) naik Rp 230 ke Rp 1.180, Akasha Wira (ADES) naik Rp 190 ke Rp 1.780, dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 150 ke Rp 2.650; sedangkan saham-saham top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 41.150, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 20.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 20.600, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 12.200.

Bursa Wall Street semalam kembali ditutup terkoreksi akibat investor fokus pada langkah konkret pemerintahan Obaman periode II untuk menyelesaikan masalah fiscal cliff. Indeks Dow Jones turun 0,9% untuk ditutup pada level 12.811,3 dipimpin oleh pelemahan saham Cisco dan Mcdonald. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup melemah sebesar 1,2% dan 1,4% terkontribusikan dari koreksi di keseluruhan sektoral yang dipimpin oleh pelemahan sektoral energy dan consumer. Bursa Eropa juga ditutup turun terbatas seiring dengan volatilenya ekonomi global. Indeks DJ Euro Stoxx stagnan di level 2.479,1 sedangkan FTSE -0,3% untuk ditutup pada level 5.776,1.

Bursa Asia akhir pekan pagi ini dibuka serentak melemah jelang release data ekonomi China. Indeks Nikkei -1%; KOSPI -1,6%; STI -0,3% dan KLSE +0,03%. Untuk IHSG akhir pekan kami perkirakan bergerak dalam kisaran trading 4.272-4.353 cenderung melanjutkan pelemahan yang terjadi.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads