Pasca kemenangan Obama sebagai presiden AS untuk periode 4 tahun kedepan, perhatian pelaku pasar di bursa global masih mengantisipasi negosiasi "Fiscall Cliff" oleh pemerintahan baru Obama. Katalis positif datang dari optimisme pelaku pasar terhadap data AS terkait persediaan grosir di AS yang meningkat 1,1% di bulan September dari bulan sebelumnya,barometer survei kondisi ekonomi saat ini, naik menjadi 91,3 dari 88,1 dan di atas perkiraan 88,8. Indeks survei ekspektasi konsumen naik menjadi 80,8 dari 79,0 dan di atas ekspektasi 79,6 juga Indeks kepercayaan konsumen melonjak ke level 72.20 naik 5.5% dari level sebelumnya 68.40 merupakan kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir, menunjukan pertumbuhan ekonomi 3Q12 di AS lebih kuat dari yang diperkirakan.
Katalis negatif berasal kekhawatiran terhadap perkembangan bailout Yunani yang di tunda hingga akhir november,sampai negara tersebut mematuhi persayaratan yang ditetapkan oleh Uni Eropa.Pada penutupan perdagangan Jum'at 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 naik +0,2% menjadi 1.379,85.Sementara itu, indeks DJIA naik +0,1% menjadi 12.815,39. Volume transaksi tersebut melibatkan 6,6 miliar saham atau +11% di atas volume rata-rata tiga bulanan.IHSG sendiri menguat pada menit-menit terakhir perdagangan Jumat (9/11) ditutup menguat +5,77 poin (0,13%). Volume transaksi sebesar 6,417 juta lot saham, senilai Rp3.9 triliun dengan frekuensi 100.603 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami merekomendasikan Investor untuk BUY saham-saham yang sudah turun dalam UNTR (S.19,600-R.21000), INCO (S.2400 - R.3000), MDLN ( S. 500 - R.620), dan SSIA (S.1100 - R.1350). Selain itu kami juga merekomendasikan untuk teru memonitor saham-saham dengan valuasi yang menarik seperti ADHI, KIJA, TOTL, BSDE, ASRI, BBRI, BMRI ,BBKP, BBNI, BBCA, BMTR, KLBF, TAXI, dan PTPP.
(ang/ang)











































