Jakarta - IHSG dapat bertahan di zona positif pada penutupan hari Jumat (09/11), setelah sesi-sesi perdagangan yang negatif seiring dengan turunnya bursa-bursa regional Asia. IHSG ditutup dengan kenaikan 5.772 poin, atau 0.13%, menjadi 4,333.640. Empat dari 9 sektor utama berakhir menguat, dipimpin oleh sektor finansial yang naik 0.98%, diikuti oleh sektor industri dasar menguat 0.41%, dan sektor pertambangan bertambah 0.16%. Indeks LQ45, yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia, juga menguat dengan kenaikan 0.338 poin atau 0.05% menjadi 746.965. Sebagian besar indeks-indeks bursa saham Asia melanjutkan penurunan pada perdagangan Jumat, seiring dengan kembalinya masalah kebijakan fiskal AS dan krisis utang zona Eropa ke permukaan, meskipun beberapa data ekonomi yang dirilis China sempat membuat pasar naik sesaat. Dari Eropa dilaporkan bahwa para menteri keuangan Uni Eropa akan menunda pemberian dana bantuan kepada Yunani sampai laporan bahwa negara tersebut telah memenuhi syarat dana talangan diterima oleh Uni Eropa. Sementara itu dari China, data penjualan ritel (retail sales) untuk bulan Oktober menunjukkan kenaikan 14.5% (yoy), dan inflasi China di bulan Oktober naik 1.7% dari periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 106 saham naik, 115 saham turun, dan sisanya 247 saham stagnan pada perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.738 miliar lembar saham senilai Rp 2.994 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 13.765 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Jumat antara lain Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 550 poin atau 2.44% ke Rp 23,100, Indo Tambangraya Megah (ITMG) menguat 450 poin atau 1.09% di Rp 41,600, Pudjiadi & Sons (PNSE) bertambah 290 poin atau 24.58% di Rp 1,470, Multi Prima Sejahtera (LPIN) mencetak 200 poin atau 2.67% di Rp 7,700, dan Holcim Indonesia (SMCB) memperoleh 150 poin atau 4.32% di Rp 3,625. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya Schering Plough Indonesia (SCPI) jatuh 6,950 poin atau 19.31% ke Rp 29,050, United Tractors (UNTR) turun 800 poin atau 3.88% di Rp 19,800, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) kehilangan 350 poin atau 2.12% di Rp 16,150, Astra Agro Lestari (AALI) terpangkas 300 poin atau 1.43% di Rp 20,700, dan Unilever Indonesia (UNVR) melemah 250 poin atau 0.95% di Rp 26,000.
Saham-saham AS mengalami kenaikan moderat pada perdagangan Jumat (09/11), setelah dirilisnya data sentimen konsumen yang berada di level tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Mengakhiri sesi perdagangan yang cukup volatil, indeks Dow Jones Industrial Average naik 4.07 poin, atau 0.03%, ke 12,815.39. Saham Boeing Inc. (BA) dan Caterpillar Inc. (CAT) menjadi dua dari top gainer saham-saham blue-chip AS, dengan kenaikan 3.2% dan 1.5% masing-masing. Indeks S&P 500 ditutup dengan kenaikan 2.34 poin, atau 0.2%, di 1,379.85. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan terbanyak, sementara sektor utilitas mengalami penurunan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Indeks Nasdaq Composite naik 9.29 poin, atau 0.3%, menjadi 2,904.87. Indeks-indeks saham AS mengalami rebound setelah dirilisnya data sentimen konsumen oleh University of Michigan/Thomson Reuters yang menunjukkan kenaikan pada angka indeks sentimen konsumen ke 84.9 untuk bulan November, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2007.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik moderat hari ini, seiring dengan penutupan yang positif pada indeks-indeks bursa AS yang dapat memberikan sedikit momentum positif pada pasar Asia hari ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support dan resistance masing-masing di 4,293 dan 4,344.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
UNTR (19,800) – Spec. Sell. R2: 20,550, R1: 20,100, S1: 19,250, S2: 18,900.
ADRO (1,410) – Spec. Buy. R2: 1,500, R1: 1,450, S1: 1,380, S2: 1,340.
PGAS (4,575) – Spec. Sell. R2: 4,800, R1: 4,700, S1: 4,450, S2: 4,350.
BDMN (6,250) – Spec. Buy. R2: 6,450, R1: 6,400, S1: 6,100, S2: 6,000.
(ang/ang)