Selasa (13/11), di tengah pelemahan mayoritas bursa saham Asia, terutama HSI yang turun cukup dalam,
IHSG tetap mampu bertahan di zona hijau. Meski di awal sempat memerah namun, hanya berlangsung sesaat
dan terus menghijau hingga akhir perdagangan. Meski selama perdagangan mayoritas berada di zona hijau
namun, pergerakan relatif terbatas dan cenderung bergerak sideways. Keinginan IHSG untuk reli masih
terhadang oleh sentimen negatif dari global. Kembali memerahnya bursa saham Eropa sedikit menghadang
penguatan IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.340,60 (level tertingginya) di
pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.317,68 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil
bertengger di level 4.332,08. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing
mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik
mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Rabu (14/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.315-4.327 dan resistance
4.340-4.355. IHSG membentuk shooting star dan sedikit menyentuh lower bollinger bands. MACD bergerak
menurun dengan histogram negatif yang menurun. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit tertahan turun ke
area oversold. IHSG menguat di tengah pelemahan bursa saham global sehingga membuat IHSG berada di
persimpangan dan menguat terbatas. Meski IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan namun, dari sisi
sentimen belum cukup kuat mendukung sehingga pergerakan IHSG pun akan kembali variatif cenderung
terbatas.
(ang/ang)










































