Anomali juga terjadi di bursa global. Tidak hanya di pasar saham Indonesia, anomaly juga terjadi di bursa global dimana pada perdagangan kemarin pasar saham Eropa menguat sementara pasar saham Amerika melemah. Kemain indeks Eropa ditutup naik, dimana FTSE 100 +0.3%, DAX +0.1% dan CAC 40 +0.6%. Spekulasi pemerintah Spanyol akan segera meminta dana bailout serta perkembangan positif dari Yunani menjadi dua katalis bagi pasar Eropa. Menteri Keuangan Eropa sudah setuju untuk memberikan waktu lebih selama 2 tahun kepada Yunani untuk menurunkan deficit bujet mereka ke level 2% dari GDP (namun demikian IMF tidak menyetujui rencana ini). Selain itu, para Menteri Keuangan ini akan memutuskan untuk memberi dana bailout tambahan kepada Yunani senilai 32.6 miliar euro (USD 41 miliar) pada 20 November mendatang (pasar berspekulasi IMF akan mundur terkait ketidak sepakatan pemberian waktu tambahan kepada Yunani). Sementara itu, kekhawatiran fiscal cliff membuat pasar saham Amerika kembali terkoreksi, dimana semalam indeks DJIA turun 0.5% dan S&P 500 anjlok 0.6%. Presiden Barack Obama sendiri telah mengundang tokoh puncak dari partai Demokrat dan Republik untuk membahas masalah ini di Gedung Putih.
Indeks Fluktuatif, Cenderung Melemah (Range 4,315β4,340). IHSG mampu ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 4,332, untuk kesekiankalinya indeks tampak melanjutkan masa konsolidasinya, IHSG dimungkinkan untuk mengalami koreksi jika kemblai gagal melewati resistance level terdekat di 4,340 dan bergerak melemah menuju support level di 4,315 hingga 4,295, RSI masih bergerak pada kecenderungan melemah sementara stochastic berada di wilayah netral, namun jika indeks berbalik menguat kemungkinan dapat menuju resistance level 4,355. Hari ini diperkirakan IHSG kembali fluktuatif dan bergerak pada kecenderungan melemah.
(ang/ang)











































