First Asia Capital: Pasar Global Masih Belum Menentu

First Asia Capital: Pasar Global Masih Belum Menentu

- detikFinance
Senin, 19 Nov 2012 09:09 WIB
First Asia Capital: Pasar Global Masih Belum Menentu
Jakarta - Selama pekan kemarin IHSG berhasil menguat 0,41% di tengah meningkatnya resiko pasar global. Pelaku pasar melakukan pembelian selektif di tengah tipisnya nilai transaksi di Pasar Reguler dan singkatnya perdagangan yang hanya berlangsung tiga sesi perdagangan. Aksi beli selektif berhasil mengangkat IHSG di posisi resisten di 4351,284. Saham-saham sektoral yang menjadi penopang penguatan indeks antara lain sektor properti, perbankan, industri semen, dan farmasi.

Sementara pergerakan pasar saham global pekan kemarin cenderung di teritori negatif. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street sepekan terkoreksi masing-masing 1,77% dan 1,28% di 12588,31 dan 1359,88. Begitu juga dengan indeks saham utama di zona Euro yang umumnya ditutup lebih rendah dari pekan sebelumnya. Koreksi ini sejalan dengan meningkatnya resiko pasar global menyusul belum adanya kepastian menyangkut penyelesaian jurang fiskal di AS, memburuknya krisis ekonomi zona Euro, dan ancaman resesi ekonomi di Jepang. Hal ini diperburuk dengan meningkatnya ketegangan di Timteng menyusul serangan Irael ke daerah Gaza Palestina. Perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian tersebut turut mengikis proyeksi pendapatan emiten pada 4Q12 maupun 1Q13 tahun depan. Hal ini turut menekan harga saham sektoral di Wall Street.

Mencermati perkembangan perekonomian global yang masih tidak menentu tersebut, pergerakan pasar saham memasuki awal pekan ini diperkirakan masih akan bervariasi. Secara technical IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan meskipun terbatas karena rawan aksi profit taking. IHSG akan bergerak dengan support di 4320 dan resisten di 4370.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 IHSG : S1 4320 S2 4290 R1 4370 R2 4390

Saham Pilihan

ASII 7600-7900 TB, SL 7500

ELTY 57-63 TB, SL 55

KAEF 600-680 TB, SL 590

BMRI 8550-8800 Buy, SL 8450

BRMS 360-405 TB, SL 350

INAF 215-250 BoW, SL 210



PGAS 4525-4650 BoW, Sl 4475

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads