Hal ini langsung terefleksi oleh pasar dimana Indeks DJIA yang awalnya sempat melemah langsung rebound +45,93 poin (+0,37%) menjadi 12.588,31. Indeks S&P 500 naik +6,55 poin (+0,48%) pada 1.359,88, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq turun -16,19 poin (-0,57%) pada 2.853,13.Kenaikan ini memperbaiki kinerja Indeks yang sudah terus melorot parah sepekan kemarin, Indeks S&P500 turun -1,5%, DJIA dan Nasdaq turun -1,8%,dan bahkan indeks S&P500 turun -5% sejak Pasca terpilihnya kembali Obama menjadi presiden. Penurunan ini karena ketidakpastian pembahasan kenaikan tarif pajak dan pengurangan defisit anggaran.
Dari berita Asia di akhir pekan ini, seluruh bursa Asia kecuali Jepang mengalami penurunan. Pelemahan ini akibat pertumbuhan ekonomi yang terus melambat dan kinerja Emiten yang kurang menggembirakan dari Korea Selatan, Cina,dan India. Sepekan ini, indeks Shanghai turun -2,6% , Kospi turun -2,3%,Indeks bursa Taiwan Taiex melemah -2,2 % dan Indeks Hang Seng menurun -1,1%. Indeks MSCI Asia Pasifik kecuali Jepang juga turun -1,2%.
Sementara dari dalam negeri, katalis positif datang dari kepastian pemerintah yang membentuk Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKS Pelaksana Hulu Migas). Ini adalah institusi ad-hoc pengganti Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), setelah lembaga tersebut di bubarkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).Pengaruhnya akan memberikan efek kepastian bagi pelaku investasi di sektor Migas tersebut.
Kami merekomendasikan investor untuk BUY saham-saham yang sudah cukup murah valuasinya: Dari sektor mining seperti PGAS (S.4500-R.5100), INCO (S.2400-R.3000) serta saham seperti MYOR (S.19.500- R.21.500) dan MNCN (S.2,300 - R.2,550).
(ang/ang)











































