Kiwoom Securities: IHSG Buntuti Pasar Saham Global

Kiwoom Securities: IHSG Buntuti Pasar Saham Global

- detikFinance
Selasa, 20 Nov 2012 08:41 WIB
Kiwoom Securities: IHSG Buntuti Pasar Saham Global
Jakarta - Dow Jones melanjutkan penguatan seiring reboudnya bursa Eropa. Namun penurunan rating Perancis oleh Moody’s berpotensi menahan laju penguatan. Bursa Asia diperdagangkan naik pada pagi hari ini yang menunggu kebijakan BOJ. Harga komoditas mengalami rebound seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan positif hari ini.



IPO – Wismilak

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Wismilak Inti Makmur (WIM) akan melepas sebanyak-banyaknya 30% atau 627 juta saham melalui IPO dengan harga Rp 575-800 per saham. WIM berpotensi meraih Rp 360-501 miliar yang akan digunakan untuk belanja modal sebesar 50% seperti pembelian mesin, pengembangan IT serta perluasan jaringan pemasaran, 30% akan digunakan untuk modal kerja serta 20% sisanya akan digunakan untuk pembayaran hutang.


JPFA – Rencana ekspansi

PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) berencana memperluas pasar ke kawasan Indonesia Timur dengan membangun pabrik di Palu, Sulawesi Tengah dan JPFA telah mengeluarkan investasi Rp 100 Miliar. Manajemen berharap pabrik baru tersebut dapat memulai produksi di 2013 dengan kapasitas mencapai 100,000 ton per tahun. Selain pabrik baru, JPFA juga akan memperbesar kapasitas produksi pabrik di Padang, Medan dan Surabaya. JPFA juga memperbesar kapasitas produksi di 10 pabrik di Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. JPFA telah menganggarkan dana Rp 1 Triliun untuk proyek ini yang akan digunakan dalam dua tahun ke depan.


KAEF – Capex 2013

PT Kimia Farma (KAEF) telah menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp 660 Miliar pada tahun 2013. Rencananya dana tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik baru, rumah sakit, klinik, dan apotek. Kebutuhan terbesar tahun depan adalah pembangunan pabrik seluas 7,000 mΒ² di Jakarta untuk meningkatkan produksi obat hingga tiga kali lipat pada awal 2014. Manajemen mengungkapkan belanja modal yang disiapkan merupakan antisipasi tertundanya rencana rights issue KAEF pasca proses akuisisi PT Indofarma (INAF). Sementara pengurusan izin akuisisi diperkirakan selesai Maret 2013.


TOTL – Kontrak proyek baru

PT Total Bangun Persada (TOTL) telah mendapatkan proyek senilai Rp 2.15 Triliun sampai Oktober 2012. Angka ini telah melebihi target kontrak baru TOTL tahun ini sebesar Rp 1.8 Triliun. TOTL memperoleh kontrak yang cukup besar dari proyek pembangunan Kedutaan Besar Australia senilai AU$ 230 juta. TOTL telah membentuk joint operation dengan PT Leighton Contractors Indonesia dan mulai dikonstruksi pada tahun depan. Saat ini TOTL sedang mengincar kontrak baru senilai Rp 4 Triliun. TOTL menargetkan pendapatan Rp 2.1 Triliun dengan laba bersih sekitar Rp 210 Miliar pada akhir 2013.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads