Jakarta - IHSG melemah meski regional menguat. Pasar saham Indonesia kembali menunjukan anomali dimana IHSG kemarin ditutup melemah tipis 0.025% ke level 4,312 meski mayoritas bursa saham regional menguat. Sempat dibuka menguat pada Sesi I perdagangan, aksi profit taking trader membuat IHSG berada di zona merah sepanjang Sesi II. Pelemahan terutama dipicu oleh terkoreksinya saham ASII (-1.3%), BMDN (-4.0%) dan SMCB (-6.0%). Sementara itu, rebound menjelang akhir penutupan Sesi II yang dipicu oleh penguatan saham BBCA (+2.9%), UNVR (+1.4%) dan TLKM (+1.1%) tidak mampu membawa IHSG ke zona biru. Dari pasar regional, mulai adanya titik temu kompromi atas isu fiscal cliff serta membaiknya data perumahan AS; dimana Existing Home Sales di bulan October tumbuh +2.1% dan Housing Starts +3.6%, ditambah ekspektasi pasar atas pelonggaran moneter yang kemungkinan dilakukan oleh Jepang dan Australia membuat pasar saham regional sebagian besar ditutup naik. Kemarin indeks MSCI Asia Pacific naik +0.4 % sementara Nikkei 225 +0.1%, Kospi +0.6% dan Hang Seng +0.9%. Dari Jepang, pasar memprediksi pemerintah baru akan melonggarkan kebijakan moneter sementara dari Australia, Bank Sentral Australia sedang mengkaji kemungkinan untuk menurunkan suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang terpukul akibat terpuruknya sektor komoditas pertambangan.
Komentar Bernanke membuat Wall Street galau. Komentar Ketua Bank Sentral Amerika, Ben S. Bernanke, yang menyatakan the Fed tidak memiliki program kebijakan yang cukup guna menyelamatkan keterpurukan perekonomian AS akibat pemberlakukan fiscal cliff, menjadi katalis negatif bagi Wall Street. Selain itu, skandal akuntansi yang melanda Hewlett-Packard Co. terkait salah satu anak perusahaan yang baru diakuisisi, Autonomy Corp., dimana HP terpapar kerugian sekitar USD 8.8 miliar, membuat market semakin pesimis. Namun demikian, membaiknya sektor perumahan menjadi katalis positif, sehingga pada penutupan indeks S&P 500 mampu menguat tipis +0.07% meskin DJIA turun β0.06%.
Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas (Range 4,290β4,355). Sempat dibuka menguat di awal perdagangan kemarin, IHSG akhirnya ditutup melemah tipis di level 4,312 dan melanjutkan masa konsolidasinya, indeks diperkirakan masih akan bergerak sideways untuk berberapa hari mendatang, kegagalan indeks melewati support level di 4,290 memberikan peluang untuk mengalami technical rebound dan bergerak kembali menguji resistance level terdekat di 4,330, namun stochastic yang kembali mengalami death cross berpotensi membawa indeks melemah menuju 4,290 hingga 4,275. Hari ini diperkirakan indeks kembali bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas.
(ang/ang)