Jakarta -
Pemandangan menarik kembali terjadi pada IHSG dimana bergerak naik jelang akhir sesi ditengah ritme perdagangan yang cenderung flat. Meski di tengah perdagangan IHSG, bursa saham Asia sudah mulai menghijau namun, sampai dengan pertengahan sesi ke-2 IHSG masih dalam tren melemah dan belum terlihat merespon positif pergerakan bursa saham Asia tersebut. Adanya imbas penurunan peringkat utang Perancis dan kekhawatiran terjadinya deadlock pembicaraan bailout Yunani membuat pelaku pasar bersikap wait & see. Di sisi lain, setelah HSI dan Nikkei alami kenaikan cukup signifkan, IHSG pun baru meresponnya. Meski lambat dalam merespon kenaikan tersebut namun, IHSG berhasil bertengger di zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.318,24 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.293,13 (level terendahnya) di tengah sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.317,28. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (22/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.285-4.303 dan resistance 4.328-4.335. Berpola dragonfly doji dan masih menyentuh lower bollinger bands. MACD bergerak flat dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali upreversal dari area oversold. Penguatan yang terjadi menggagalkan pembentukan pola three black crows dan seharusnya kegagalan tersebut berpeluang untuk terjadinya rebound. Tentunya kondisi ini harus dibarengi dengan sentimen positif yang ada. Bila tidak maka IHSG pun hanya akan bergerak sideways.
(ang/ang)