Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Melemah Terbatas

Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Melemah Terbatas

- detikFinance
Rabu, 28 Nov 2012 08:01 WIB
Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Melemah Terbatas
Jakarta - Bursa Asia naik, terdorong sentimen positif Yunani. Disetujuinya pemberian dana bailout lanjutan senilai 34.4 miliar euro (USD 44.7 miliar) kepada Yunani menjadi katalis positif bagi pasar saham regional, terutama Asia. Setelah selama dua minggu terakhir terjadi perbedaan pendapat antara para menteri keuangan Eropa dengan IMF, akhirnya kemarin disepakati pemberian dana talangan lanjutan serta pemotongan tingkat bunga yang harus dibayar pemerintah Yunani atas dana talangan pertama yang dikucurkan pada bulan Mei 2010 lalu. Indeks MSCI Asia Pacific kemarin naik +0.5% sementera indeks Nikkei 225 +0.4%, Kospi +0.9% dan Hang Seng +0.2%. Selain itu, naiknya harga copper di pasar London kemarin memicu kenaikan sejumlah perusahaan tambang Australia seperti BHP Billiton dan Rio Tinto. Namun demikian, euphoria pasar regional tidak berdampak ke pasar saham Indonesia, dimana pada perdagangan kemarin IHSG ditutup turun –0.86% ke level 4,337 dengan investor asing mencatatkan posisi net sell ing sebesar IDR 250 miliar. Penurunan terjadi di hampir semua sektor, kecuali sektor Properti (+0.38%) dan Industri Dasar (+0.34%), dengan penurunan terbesar dicatatkan oleh sektor Barang Konsumsi (-2.20%), Perkebunan (-1.21%) dan Manufaktur (-1.18%). Dari sisi emiten, saham yang menjadi indeks leader adalah saham TBIG (+6.4%), LPKR (+4.0%) dan INTP (+1.1%); sementara itu saham yang menjadi indeks laggard adalah saham UNVR (-4.1%), ASII (-1.3%) dan BBCA (-1.6%).

Isu fiscal cliff masih menghantui Wall Street. Pasar saham Amerika kembali terkoreksi dalam dua hari berturut turut terkait sentimen negative isu fiscal cliff. Pernyataan Senator Majority Leader, Harry Reid, bahwa pembicaraan isu fiscal cliff antara kubu Republic dan Democrat hanya mengalami β€œkemajuan kecil” ditanggapi negative oleh pasar. Selain itu, proyeksi the Congressional Budget Office bahwa tingkat pengangguran dapat kembali naik ke level 9% dari saat ini 7.9% jika fiscal cliff diberlakukan tahun depan menjadi katalis negative tambahan. Kemarin indeks DJIA ditutup turun –0.69%, S&P 500 –0.52% dan Nasdaq –0.30%. Dari data ekonomi, Consumer Confidence di bulan November secara tidak diduga naik ke level 73.7 dari 72.2 sementara House Price Index September tumbuh +0.2% mom.

Indeks Fluktuatif, Melemah Terbatas (Range 4,320β€”4,355). IHSG pada perdagangan kemarin gagal melanjutkan penguatannya dan ditutup melemah di level 4,337, indeks dimungkinkan untuk kembali melanjutkan pelemahannya dan menguji support level di 4,320 yang mana jika mampu bertahan di atas level tersebut kemungkinan bergerak menguat menuju resistance level di 4,355 sekaligus kembali mengalami kosnsolidasi, stochastic menunjukkan potensi pelemahan pada indeks, sementara RSI berada di wilayah netral. Hari ini diperkirakan indeks kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads