mengalami setelah membuat rekor terbarunya pada perdagangan
sebelumnya. IHSG ditutup di level 4337,50 atau naik -0,86% seiiring
dengan melemahnya rupiah sebesar -0,40%. Aksi profit taking
mewarnai pergerakan IHSG serta sentimen dari AS dimana para
pelaku pasar masih fokus terhadap persoalan jurang fiskal yang
belum mencapai kesepakatan. Hampir seluruh sektor melemah
kecuali sektor properti naik +0,38% dan sektor industry dasar naik
+0,33% . Investor asing mencatatkan net sell Rp250 miliar.
Pada perdagangan awal pekan (27/11) bursa AS ditutup melemah.
Indeks DJIA melemah 89,24 poin atau -0,69% ke level 12,878.13,
indeks Nasdaq menguat 8,99 poin atau -0,30% ke 2967,79 dan indeks
S&P melemah 7,35 poin atau -0,52% ke level 1398,94. Ditengah
membaiknya beberapa data ekonomi seperti consumer confidence
naik sebesar 73,7 dari sebelumnya 72,2. Wall Street mengalami
tekanan akibat belum tercapainya kesepakatan terkait masalah
jurang fiskal sehingga membuat para investor kuatir ekonomi AS
terancam resesi.
Pada perdagangan hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak
melanjutkan pelemahannya. Beberapa sentimen negatif mengenai
jurang fiskal AS masih membayangi IHSG ditengah sentimen positif
dimana Euro Group telah mencapai kesepakatan akan memberi paket
bailout kepada Yunani. Secara teknikal, IHSG membentuk pola black
engulfing. Indikator MACD bergerak menurun dengan histogram
negatif yang memendek, indikator stochastic yang mendekati
mengindikasikan death cross dan indikator MFI menunjukan tekanan
jual. Kami p
(ang/ang)











































