AISA β Rencana emisi obilgasi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak usaha PT Eterindo Wahanatama (ETWA), PT Malindo Persada Khatulistiwa (MPK) dan PT Maiska Bhumi Semeta (MBS), mendapatkan fasilitas pinjaman masing-masing senilai Rp 232.97 Miliar dari PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengembangan perkebunan plasma kelapa sawit seluas 3,600 Ha pada masing-masing anak usaha yang seluruhnya berlokasi di Kalimantan Barat.
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2012 sebesar 30.2%Yoy menjadi Rp 3.37 Triliun Vs Rp 2.58 Triliun pada 9M 2011 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 26.5%Yoy menjadi Rp 12.37 Triliun. INTP membukukan kenaikan laba operasi sebesar 30.3%Yoy menjadi Rp 4.15 Triliun pada 9M 2012.
Pemegang saham mayoritas PT Matahari Department Store (LPPF), CVC Capital Partners, berencana menjual 35%-40% kepemilikan sahamnya pada 1Q 2013 untuk meningkatkan porsi saham publik. Saat ini CVC tercatat memiliki 98.15% saham LPPF. CVC dikabarkan telah menunjuk CIMB Group Holdings Bhd., Morgan Stanley, dan UBS AG sebagai penasihat transaksi.
PT Modern Internasional (MDRN) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2012 sebesar 8%Yoy menjadi Rp 39.6 Miliar Vs Rp 36.6 Miliar pada periode yang sama tahun lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebear 12%Yoy menjadi Rp 736.5 Miliar Vs Rp 657.6 Miliar pada 9M 2011 lalu dan beban pokok penjualan menurun 2.3%Yoy dari Rp 465.7 Miliar Vs Rp 476.2 Miliar pada 9M 2011 lalu. Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari pertumbuhan penjualan produk 7Eleven sebesar 91%Yoy menjadi Rp 388.4 Miliar.
(ang/ang)











































