Phillip Securities: Fiscal Cliff AS Menjadi Faktor Penekan Pasar

Phillip Securities: Fiscal Cliff AS Menjadi Faktor Penekan Pasar

Phillip Securities Indonesia - detikFinance
Rabu, 28 Nov 2012 09:52 WIB
Phillip Securities: Fiscal Cliff AS Menjadi Faktor Penekan Pasar
Jakarta - IHSG mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (27/11), meskipun sebagian besar bursa-bursa regional Asia menguat setelah IMF dan bank sentral Eropa – ECB, menyetujui pemberian dana talangan untuk Yunani. IHSG berakhir dengan penurunan 37.660 poin, atau 0.86%, menjadi 4,337.509. Tujuh dari 9 sektor utama ditutup di zona negatif, dengan sektor barang konsumen jatuh 2.20%, sektor agrikultur turun 1.21%, dan sektor pertambangan kehilangan 1.13%. Sementara sektor properti dan konstruksi, dan sektor industri dasar berhasil ditutup di zona positif dengan kenaikan masing-masing 0.38% dan 0.34%. Indeks LQ45, yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia, terpangkas 9.216 poin, atau 1.23%, di 742.810. Sebagian besar indeks-indeks bursa saham regional Asia menguat pada perdagangan Selasa, setelah para menteri keuangan zona Eropa, ECB, dan IMF sepakat untuk memberikan dana bantuan untuk Yunani. Inisiatif tersebut termasuk pembelian kembali surat-surat utang dan pengurangan sebagian bunga utang Yunani. Sebanyak 146 saham turun, 85 saham naik, dan sisanya 238 saham stagnan pada hari Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 4.464 miliar lembar saham senilai Rp 3.787 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 250.37 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Selasa antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik 14,500 poin atau 2.07% ke Rp 714,500, Schering Plough Indonesia (SCPI) menguat 2,200 poin atau 7.57% di Rp 31,250, Lion Metal Works (LION) mencetak 600 poin atau 5.77% di Rp 11,000, H.M. Sampoerna (HMSP) bertambah 400 poin atau 0.71% di Rp 56,900, dan Tower Bersama Infrastructure (TBIG) memperoleh 350 poin atau 6.42% di Rp 5,800. Sementara saham-saham yang termasuk top losers Selasa di antaranya Unilever Indonesia (UNVR) jatuh 1,100 poin atau 4.09% ke Rp 25,800, United Tractors (UNTR) turun 650 poin atau 3.38% ke Rp 18,600, Astra Agro Lestari (AALI) melemah 600 poin atau 3.06% di Rp 19,000, Gudang Garam (GGRM) kehilangan 400 poin atau 0.76% di Rp 52,100, dan Sucaco (SCCO) terpangkas 375 poin atau 7.85% di Rp 4,400.

Saham-saham AS berakhir di zona negatif pada perdagangan Selasa (27/11), dengan kembalinya masalah “fiscal cliff” AS menjadi perhatian pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 89.24 poin, atau 0.7%, dan ditutup di 12,878.13, dengan 23 dari 30 komponennya ditutup di zona negatif. Saham Hewlett-Packard Co. (HPQ) mengalami penurunan terbanyak di antara komponen-komponen Dow, yaitu sebesar 3%. Indeks S&P 500 kehilangan 7.35 poin, atau 0.5%, menjadi 1,398.94, dengan sektor utilitas mengalami kenaikan terbanyak, sementara sektor energi dan sektor finansial turun paling banyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Indeks Nasdaq Composite ditutup di 2,967.79, turun 8.99 poin, atau 0.3%.

Dengan kembalinya masalah ”fiscal cliff” AS menjadi perhatian pasar, indeks bursa-bursa saham AS berakhir melemah pada perdagangan Selasa (28/11). Demikian pula dengan indeks-indeks bursa regional Asia pagi ini yang dimulai di zona negatif. IHSG kami perkirakan akan melemah hari ini, dengan imbas sentimen negatif dari masalah ”fiscal cliff” AS yang masih memberatkan pasar. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,300 dan resistance di 4,400.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendation:

Bullish Stocks:
BBCA - S2: 8,650, S1: 8,800, R1: 9,250, R2: 9,550
BMRI – S2: 8,650, S1: 8,700, R1: 8,850, R2: 8,950
SMRA – S2: 1,800, S1: 1,840, R1: 1,910, R2: 1,940
WIKA – S2: 1,500, S1: 1,520, R1: 1,570, R2: 1,600

Bearish Stocks:
HRUM – S2: 5,050, S1: 5,150, R1: 5,300, R2: 5,350
INDY – S2: 1,330, S1: 1,360, R1: 1,410, R2: 1,430
PTBA – S2: 15,750, S1: 15,900, R1: 16,200, R2: 16,350
UNTR – S2: 18,300, S1: 18,450, R1: 18,900, R2: 19,200

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads