justru mengalami pelemahan. Kekhawatiran berlebihan terhadap kemungkinan tidak tercapainya fiscal cliff
dan dibarengi dengan ekspektasi penurunan pertumbuhan ekonomi versi OECD di tahun 2012 dari 3,4%
menjadi 2,9% telah membuat pelaku pasar keluar pasar. Apalagi dengan penurunan saham grup Astra yang
dihubungkan dengan isu tidak jadinya pembangunan pabrik baru dan perkembangan komoditas yang belum
terlihat pemulihannya telah merontokkan saham-saham grup Astra sehingga memberatkan IHSG. Sepanjang
perdagangan, IHSG menyentuh level 4.323,12 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level
4.268,04 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.304,82. Volume
perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan
kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Estimasi Pergerakan IHSG
Pada perdagangan Kamis (29/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.249-4.285 dan resistance
4.312-4.322. Berpola hammer dan kembali menyentuh lower bollinger bands. MACD gagal membentuk
golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak
meninggalkan area overbought. IHSG kembali pada posisi harga di awal Oktober’12 dan kebetulan
membentuk gap atas. Dengan kondisi tersebut dan diikuti dengan kenaikan posisi beli asing menggambarkan
asing yang memanfaatkan keadaan untuk mengambil harga di bawah dan seharusnya bisa diikuti dengan
adanya aksi beli secara bertahap. Meski secara teknikal masih dimungkinkan akan melanjutkan pelemahan
setelah batas support terlewati namun, diharapkan pelemahannya mulai terbatas.
(ang/ang)











































