Magnus Capital: Indeks Bergerak Mixed

Magnus Capital: Indeks Bergerak Mixed

- detikFinance
Senin, 03 Des 2012 09:55 WIB
Magnus Capital: Indeks Bergerak Mixed
Jakarta - Pada perdagangan jumat pekan lalu ,IHSG melemah -42.95 poin ke level 4276.14 dengan nilai transaksi mencapai Rp 8.79 triliun dan asing membukukan net sell sebesar Rp 157 miliar. Indeks Dow Jones pada perdagangan jumat kemarin ditutup naik tipis 3.76 poin ke level 13025.58 dan Indeks S&P ditutup naik 0.02% , namun indeks Nasdaq ditutup melemah 0.06%. Investor cenderung masih wait & see sembari menunggu hasil perundingan terhadap Fiscal cliff. Sentimen positif dari laporan ekonomi AS yang membaik, gagal menjadi sentimen penggerak indeks. Jobless claim minggu lalu mengalami penurunan sebanyak 23.000. Namun Consumer spending bulan october mengalami penurunan. Indeks regional pagi ini dibuka menguat dipengaruhi sentimen positif dari indeks manufaktur China yang menguat bulan lalu, diperkirakan akan memberikan optimisme kekuatan ekonomi dunia kedua akan segera pulih setelah melemah selama 7 kuartal. Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed dan berpotensi rebound pada kisaran 4250-4315. Cermati saham BMTR. KPIG, MNCN, BEST, BBTN, UNVR.

BEST: perseroan menggandeng Marubeni Corporation sebagai mitra strategis untuk mengembangkan kawasan Industri seluas 130 ha. Peran Marubeni adalah membawa strategic anchor tenants dari jepang kepada anak usaha perseroan.

ANTM: Perseroan akan meningkatkan kepemilikan saham pada PT Nusa Halmahera Minerals menjadi 25% dari saat ini 17.5%. NHM adalah Pemegang kontrak karya tambang emas Gosowong di Pulau Halmahera Maluku utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

EXCL: Perseroan menambah capital expenditure tahun ini menjadi berkisar Rp 9-10 triliun dari sebelumnya Rp 7-8 triliun. langkah ini dilakukan untuk meningkatkan jangkauan layanan 3G di tanah Air.

INAF: Perseroan melalui anak usahanya , PT Indofarma Global Medika (IGM) , membidik proyek pengadaan produk farmasi dari kementrian kesehatan senilai Rp 1 triliun tahun depan.

VIVA: Perseroan memperoleh fasilitas garansi bank senilai US$ 10.8 juta. Fasilitas ini digunakan sebagai syarat hak siar FIFA World Cup 2014 versi televisi tidak berbayar.

MDLN: Perseroan menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar dengan kisaran kupon sekitar 8.75-11%. Dana hasil emisi surat utang ini akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan saham di PT Prisma Inti Sentosa.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads