Kekhawatiran akan perkembangan penyelesaian masalah ‘Jurang Fiskal’ AS tampaknya masih jadi faktor yang memberatkan IHSG. Pelemahan IHSG akhir pekan lalu dimotori oleh pelemahan sektor Infrastruktur, Keuangan dan Perkebunan sebesar 3,26%, 2,28% dan 2,10%. Meski IHSG ditutup melemah, namun investor asing justru terlihat melakukan net buying hingga sebesar Rp 534,1 miliar pada perdagangan akhir pekan lalu.
Bursa global pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu terlihat cenderung flat baik itu bursa eropa maupun bursa AS. Penutupan flat bursa eropa tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran investor akan perkembangan penyelesaian masalah ‘Jurang Fiskal’ AS dimana hal ini membatasi pengaruh sentimen positif dari persetujuan parlemen Jerman atas program pengucuran dana talangan Yunani dari Troika. Sementara itu penutupan flat bursa AS juga dipengaruhi oleh kengganan investor bersikap agresif dalam pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap perkembangan penyelesaian masalah ’Jurang Fiskal’ AS yang hingga kini masih belum menunjukkan sinyalemen positif. Tingkat belanja konsumen AS juga terlihat mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam lima bulan di bulan Oktober yaitu dari 0,8% pada periode sebelumnya menjadi –0,2% di Oktober atau dibawah level konsensus yang sebesar 0,2%. Penurunan ini berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi AS di kuartal IV akan cenderung melambat. Penutupan mixed dan cenderung flat bursa global ini kami perkirakan akan mebuat bursa Asia termasuk juga IHSG akan berpotensi bergerak mixed dan cenderung melemah awal pekan ini dipengaruhi oleh kekhawatiran investor akan perkembangan penyelesaian masalah ‘Jurang Fiskal’ AS. IHSG kami perkirakan akan bergerak mixed dan cenderung melemah pada perdagangan awal pekan ini dengan kisaran pergerakan pada kisaran level 4.232 - 4.246 dan level resistance 4.299 - 4.313.
(dru/dru)











































