Jakarta - Ditengah sentimen positif di bursa Regional pada perdagangan akhir pekan lalu, namun IHSG mengalami tekanan jual sebesar 1% dan LQ45 juga mengalami pelemahan sebesar 1,6%. Pelemahan IHSG dimotori oleh sektor infrastruktur sebesar 3,3%, sektor keuangan 2,3% dan seektor perkebunan 2,2%. Sedangkan sektor yang mengalami penguatan di antaranya sektor properti sebesar 1,6%, sektor perdagangan 1% dan sektor industri dasar 0,7%. Transaksi perdagangan senilai Rp 6,73 triliun, sebanyak 124 saham naik, 131 saham turun dan sisanya 106 saham tidak bergerak.
Wall Street pada akhir pekan lalu bergerak mixed dengan penuatan tipis Dow Jones sebesar 0,03% dan S&P sebesar 0,06% sedangkan Nasdaq melemah sebesar 0,1%. Selama satu pekan Dow Jones melemah 0,5% namun S&P dan Nasdaq masing-masing dalam sepekan menguat sebesar 0,6% dan 1,1%.
Bursa Eropa pada akhir pekan lalu juga bergerak mixed menunggu kepastian dana bailout untuk Yunani dimana saat ini Parlemen dari jerman sedang mengambil suara apakah menyutujui dana bantuan baillout ke Yunani atau tidak. FTSE dan CAC melemah masing-masing sebesar 0,1% dan 0.3% sedangkan DAX menguat tipis sebesar 0,1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi ini Regional dibuka mengalami pelemahan, namun minimnya sentimen positif dari dalam negeri masih dapat menekan pelemahan IHSG yang berpotensi bergerak anomali dengan kisaran perdagangan di level 4260-4290.
(dru/dru)