Koreksi IHSG kemarin selain disebabkan sentimen pasar Asia yang cenderung melemah menyusul data indeks manufaktur AS November yang mengalami penurunan, juga dipicu kekhawatiran membengkaknya defisit perdagangan Indonesia hingga akhir 2012. Neraca perdagangan Indonesia Oktober lalu mengalami defisit hingga USD1,5 miliar, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Melebarnya defisit neraca perdagangan memberikan sinyal negatif bagi pasar karena akan menekan nilai aset rupiah. Sementara itu dari perkembangan pasar saham global tadi malam, indeks utama di Wall Street, DJIA dan S&P, masih bergerak dalam rentang sempit ditutup relatif flat. Investor masih menanti perkembangan penanganan krisis fiskal di AS.
Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan cenderung tertekan setelah kemarin gagal bertahan di atas level psikologis 4300. Minimnya insentif positif dan antisipasi menjelang liburan akhir tahun membuat minat melakukan pembelian terbatas. Secara technical, peluang penguatan akan ditentukan dengan kemampuan IHSG menembus kembali level MA 50 di 4310
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Saham Pilihan
ASII 6800-7100 BoW, SL 6700
BBNI 3550-3675 BoW, SL 3500
ADHI 1840-1950 TB, SL 2100
INCO 2150-2350 TB, SL 2100
KLBF 1060-1100 Buy break 1050
ADRO 1320-1370 TB, SL 1310
CTRP 580-620 TB, SL 560
(ang/ang)











































