Magnus Capital: Indeks Cenderung Menguat

Magnus Capital: Indeks Cenderung Menguat

Magnus Capital - detikFinance
Senin, 10 Des 2012 09:32 WIB
Jakarta - Pada perdagangan jumat pekan lalu ,IHSG melemah terbatas -1.80 poin ke level 4290.79 dengan nilai transaksi mencapai Rp 5.4 triliun dan asing
membukukan net sell sebesar Rp 92.8 miliar.

Indeks Dow Jones pada perdagangan jumat pekan lalu ditutup menguat 81.09 poin ke level 13155.13 dan Indeks S&P ditutup naik 0.29% namun indeks Nasdaq ditutup melemah -0.38%. Sentimen positif datang dari data nonfarm payroll bulan November yang menunjukkan adanya penyerapan tenaga kerja sebanyak 146 ribu lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebanyak 90 ribu, serta turunnya data tingkat pengangguran pada level 7,7% dari sebelumnya 7,9%.Pertemuan The Fed pada hari Selasa dan Rabu waktu AS akan menjadi perhatian investor, terutama mengenai pernyataan kebijakan ekonomi. Sentimen negatif fiscal cliff dan krisis utang Uni Eropa masih akan menghantui pasar.

Indeks regional pagi ini dibuka menguat, terdorong sentimen positif dari data ekonomi AS dan China yang jauh lebih baik dari yang diperkirakan.Diperkirakan akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed cederung menguat pada kisaran 4270-4315. Cermati saham ASII,BBCA,BMTR,MNCN,TLKM,BMRI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


GIAA: Perseroan berencana menggelar penawaran umum terbatas saham (right issue) pada semester II-2013. Garuda siap melepas saham baru setara 10% modal di setor. Namun, sebelum itu perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Us$ 200 juta pada semester I-2013.
PTPP: Perseroan menaikkan target nilai emisi obligasi menjadi Rp 1 triliun dari rencana semula Rp 600 miliar. Surat Utang itu akan diterbitkan pada 2013 melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB).
SMGR: Perseroan meraih dua penghargaan inovasi dan industri hijau. Penghargaan tersebut diraih dari kementrian perindustrian.
KAEF: Perseroan bernegosiasi dengan tiga bank untuk mendapat kredit, guna menambahkan belanja modal yang dipatok senilai Rp 660 miliar.
EMTK: Perseroan menargetkan pertumbuhan omzet 2013 akan melebihi 25% dibandingkan dengan raihan sampai akhir tahun ini.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads