Penguatan indeks kemarin seiring dengan penguatan yang terjadi di bursa kawasan Asia menyusul data ekonomi China yang keluar seperti pertumbuhan produksi industri dan penjualan ritel November lalu diatas estimasi sebelumnya. Sejumlah saham yang menjadi penopang penguatan indeks adalah saham BBCA dan TLKM. Sementara sejumlah saham sektoral terutama properti dan semen terlihat cenderung melemah dipicu pelemahan rupiah atas dolar AS yang kemarin sempat mencapai Rp.9700/US dolar. Dari pasar saham global, tadi malam indeks DJIA dan S&P di Wall Street menguat tipis masing-masing 0,11% dan 0,03% di 13169,88 dan 1418,55. Penguatan terutama dipicu saham-saham berbasiskan teknologi. Pelaku pasar global masih menantikan perkembangan pembicaraan terkait penyelesaian fiskal di AS. Dari zona Euro sejumlah indeks saham masih ditutup tipis di teritori positif.
Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG masih bervariasi dengan kecenderungan penguatan terbatas. Minimnya insentif positif dan kekhawatiran pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS akan membatasi ruang penguatan. IHSG akan bergerak dengan resisten di 4320 dan support di 4280.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Saham Pilihan
UNTR 16650-17450 TB, SL 16500
BMRI 7850-8250 BoW, SL 7800
INDF 5850-6150 TB, SL 5800
INAF 300-340 TB, SL 295
TLKM 9150-9450 TB, SL 9100
IATA 230-295 TB, SL 225
PTRO 1080-1190 TB, SL 1070
(ang/ang)











































