Magnus Capital: IHSG Diperkirakan Menguat

Magnus Capital: IHSG Diperkirakan Menguat

Magnus Capital - detikFinance
Rabu, 12 Des 2012 09:32 WIB
Jakarta - Pada perdagangan kemarin ,IHSG kembali menguat 15.30 poin ke level 4317.91 dengan nilai transaksi mencapai Rp6.28 triliun dan asing membukukan net sell sebesar Rp 64.81 miliar. Indeks Dow Jones semalam ditutup naik 78.56 poin ke level 13248.44 sedangkan indeks S&P ditutup naik 0.65% dan Nasdaq ditutup naik 1.18%. Bursa Wall st menguat cukup signifikan akibat lonjakan saham saham sektor IT, seperti Apple, Google dan Intel. Sentimen positif datang dari para pembuat kebijakan yang dikabarkan progress nya tengah mendekati kesepakatan fiscal cliff. The Fed juga diperkirakan akan mengumumkan proyeksi baru mengenai kunci gambaran ekonomi As pada malam ini. Pelaku pasar juga berharap The Fed akan mengumumkan apakan akan melanjutkan inisiatif QE3 terakhir yaitu “operation twist”.

Indeks regional pagi ini dibuka menguat, diperkirakan akan memberikan sentimen yang positif bagi pergerakan IHSG. Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat pada kisaran 4300-4350. cermati saham ITMG, TINS, BBCA, BMRI,LSIP, BHIT.

BUMI: Pemerintah Indonesia turut menyikapi masalah peretasan ilegal surat elektronik dan jaringan komputer Grup Bakrie. Salah satu Perusahaan Grup Bakrie yang dibobol datanya adalah PT Bumi Resources Tbk.
SUGI: Perseroan berencana mengakuisisi dua blok minyak dan gas dalam waktu dekat. Due diligence kedua blok yang sudah berproduksi tersebut sedang digelar.
SMGR: Perseroan segera merampungkan akuisisi Thang Long Cement JSC, perusahaan semen yang berbasis di Vietnam. Penyelesaian transaksi diharapkan terjadi pada 18 December 2012.
DGIK: Perseroan memperoleh kontrak baru senilai Rp 455 miliar untuk pengerjaan proyek di Jakarta dan Bali. Diantaranya Hotel Kempinski di Nusa dua Bali dan Altira Business Park di Sunter, Jakarta.
TRIS: Perseroan akan menambah dua merek baru ritel tahun depan, Pengadaan merek baru diperkirakan menelan investasi berkisar Rp 15- 30 miliar.
SDMU: Pereseroan berencana mencairkan pinjaman bank senilai Rp 42 miliar tahun 2013. Dana ini akan digunakan untuk belanja modal dengan total Rp 60 miliar.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads