IPO β Multi Agro Gemilang Plantation
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Indosat (ISAT) berencana menjual kepemilikannya di PT Tower Bersama Infrastruktur (TBIG). Manajemen ISAT menegaskan akan melepas 5% kepemilikan saham TBIG mulai Agustus 2013 setelah lock-up period atau periode yang melarang terjadinya perubahan kepemilikan berakhir. Lock up periode ini adalah konsekuensi setelah ISAT membeli saham baru non-HMETD TBIG. ISAT memiliki 5% atau setara 239.82 juta saham TBIG sebagai bagian dari penjualan 2,500 menara ISAT ke TBIG. TBIG menerbitkan saham baru dengan harga Rp 2,757 per saham. Dana penjualan saham TBIG akan digunakan oleh ISAT untuk melunasi sebagian utangnya. Per 30 September 2012 total utang ISAT mencapai Rp 21.84 Triliun.
Pemilik saham PT Matahari Department Store (LPPF), Asia Color Company Ltd (ACC) akhirnya melaksakan kewajiban menjual saham ke pasar atau refloat dengan mekanisme private placement. Asia Color akan menjual sekitar 40% kepemilikan sahamnya pada investor strategis. Manajemen LPPF berharap dengan adanya private placement ini likuiditas LPPF akan meningkat dan mendapatkan keringanan pajak. Selain itu, LPPF akan lebih mudah menghimpun dana dari pasar modal. LPPF tidak menyebutkan harga private placement tersebut. Namun harga tender offer Asia Color di tahun 2010 sebesar Rp 2,706 per saham dan harga tersebut lebih tinggi dari harga pasar saat ini Rp 2,700 per saham.
PT Medco Energi Internasional (MEDC) berencana menerbitkan obligasi senilai total Rp 4.5 Triliun dimana untuk tahap I akan diterbitkan obligasi senilai Rp 500 Miliar. Obligasi tersebut bertenor 5 tahun dengan tingkat kupon 8.8% per tahun. Pefindo memberi peringkat idAA- terhadap rencana emisi obligasi MEDC. Masa penawaran berlangsung pada 13-14 Desember dengan pencatatan pada 20 Desember. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk pembayaran sebagian atau seluruh MTN yang akan jatuh tempo tahun ini dan tahun depan.
PT Bank Saudara (SDRA) direncanakan akan digabungkan dengan Bank Woori Indonesia (BWI) dengan menunggu persetujuan Bank Indonesia. Melalui merger ini, BWI berencana memperkuat sector bisnis retail melalui jaringan SDRA sedangkan SDRA mengandalkan kekuatan modal, infrastruktur dan manajemen resiko yang baik dari BWI.
(ang/ang)











































