(ang/ang)
Waterfront Securities: IHSG Diperkirakan Fluktuatif Cenderung Menguat
Kamis, 13 Des 2012 08:50 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 12 Desember 2012 ditutup menguat 0,45% pada level 4337. Sektor aneka industri mencatatkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai IDR117,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup mix. Sebelumnya indeks sempat menguat, namun penguatan tersebut berkurang dan indeks Dow Jones ditutup melemah tipis, yang disebabkan oleh pudarnya optimisme investor bahwa The Fed akan melakukan program pembelian obligasi lebih banyak setelah berakhirnya Operation Twist. Indeks menguat setelah The Fed mengatakan akan melakukan pembelian obligasi pemerintah senilai US $45 miliar perbulan mulai Januari sebagai tambahan dari program pembelian surat berharga perumahan senilai USD40 miliar per bulan, sebagai upaya untuk menstimulus ekonomi. The Fed juga menyatakan akan mempertahankan program suku bunga mendekati nol persen hingga tingkat pengangguran di AS mengalami penurunan hingga 6,5% dari level saat in i 7,7%. Pembelian aset akan berlanjut jika pasar tenaga kerja tidak membaik secara signifikan. Namun penguatan indeks berkurang setelah Ben Bernanke menyatakan bahwa stimulus moneter tidak akan dapat mengatasi secara penuh dampak dari fiscal cliff yang akan secara otomatis pada tahun depan terjadi pemangkasan belanja dan kenaikan pajak senilai lebih dari USD600 miliar. Presiden Obama berupaya mendapatkan kesepakatan dengan Partai Republik untuk menghindari fiscal cliff, dengan menurunkan permintaannya akan kenaikan pajak menjadi sebesar USD 1,4 triliun dari USD 1,6 triliun. Namun menurut ketua DPR AS, masih terdapat perbedaan yang serius antara Partai Demokrat dan Republik yang terbagi atas pajak dan pengeluaran, serta apakah kesepakatan harus mencakup peningkatan batas utang dan program lebih lanjut untuk meningkatkan perekonomian. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan mixed. IHSG bergerak pada kisaran 4300 — 4380. Rekomendasi saham: ADRO, BBCA, GGRM.
(ang/ang)
(ang/ang)











































