First Asia: IHSG Bakal Menguat

First Asia: IHSG Bakal Menguat

- detikFinance
Kamis, 13 Des 2012 09:25 WIB
Jakarta - Aksi beli selektif kembali berlanjut pada perdagangan kemarin ditandai dengan pembelian saham-saham berbasiskan komoditas seperti tambang batubara, logam, maupun perkebunan. IHSG kembali ditutup di teritori positif menguat 19,610 poin di posisi 4337,528. Pelaku pasar terlihat melakukan upaya window dressing menjelang akhir tahun atas saham-saham berbasiskan komoditas menyusul harganya yang sudah terkoreksi dalam sepanjang tahun ini. Nilai transaksi di Pasar Reguler pada perdagangan kemarin meningkat mencapai Rp.5,62 triliun dibandingkan rata-rata hariannya dalam sebulan terakhir yang dibawah Rp.4 triliun.

Penguatan IHSG kemarin juga mendapat sentimen positif dari tren penguatan di pasar saham kawasan Asia. Sementara pasar saham AS tadi malam ditutup flat. Pelaku pasar kecewa dengan pernyataan Bernanke yang mengindikasikan kebijakan moneter saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan fiskal (fiscal cliff) di negara tersebut. Namun The Fed kemarin mengumumkan rencana program stimulus baru (QE4) yakni pembelian surat berharga hingga USD45 miliar per bulan menambah program stimulus sebelumnya (QE3) senilai USD40 miliar dalam bentuk pembelian surat berharga yang beragun aset (mortgage-backed bond). Indeks DJIA dan Nasdaq di Wall Street tadi malam ditutup melemah masing-masing 0,02% dan 0,28% di 13245,45 dan 3013,81. Indeks S&P menguat tipis 0,04% di 1428,48.

Pada perdagangan hari ini, pelaku pasar diperkirakan akan kembali melanjutkan pembelian selektifnya terutama saham-saham yang berbasiskan komoditas. IHSG akan melanjutkan penguatan dengan target resisten ada di 4380. Sedangkan level support IHSG di 4290.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG : S1 4310 S2 4290 R1 4350 R2 4380


Saham Pilihan

LSIP 2075-2225 TB, SL 2025

ASII 7200-7600 TB, SL 7150

ADRO 1420-1500 TB, SL 1400

UNTR 18500-19500 TB, SL 18300

HRUM 5150-5500 TB, SL 5100

BBRI 7100-7400 BoW, SL 7000

ELTY 58-64 TB, SL 56

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads