Bursa Asia sebagian besar ditutup menguat pada perdagangan kemarin setelah The Fed memberi kebijakan moneter lebih. Penguatan Nikkei dipicu adanya spekulasi bahwa Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan moneter menjelang pemilu. Hangseng turun 57,77 point ke level 22.445,58 (-0,26%), STI naik 14,98 point ke level 3.156,55 (+0,48%), Nikkei naik 161,27 point ke level 9.742,73 (+1,63%), Kospi naik 27,33 point ke level 2.002,77(+1,38%).
Bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan kemarin meskipun menteri keuangan telah menyetujui pengucuran bantuan untuk Yunani setelah Yunani berhasil melakukan buyback obligasi senilai $41,5 milyar, investor cenderung fokus ke AS mengenai fiscal cliff yang belum terselesaikan. FTSE turun ke level 5.929,61 (-0,27%), DAX turun ke level 7.581,98 (-0,43%) dan CAC turun ke level 3.643,13 (-0,10%).
Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan kemarin setelah dirilisnya data penjualan ritel tumbuh tidak sesuai dengan harapan. Dow Jones melemah ke level 13.170,72 (-0,56%), Nasdaq turun ke level 2.992,16 (-0,72%) dan S&P500 turun ke level 1.419,45 (-0,63%)
Hari ini perdagangan di Bursa Indonesia berpotensi lanjutkan pelemahan, pelaku pasar masih menunggu kepastian mengenai fiscal cliff di AS dan Indeks Manufaktur Tankan Jepang yang dilaporkan turun menjadi katalis negatif bursa. IHSG akan bergerak di level 4.282- 4.337.
(ang/ang)











































