Magnus Capital: IHSG Cenderung Melemah

Magnus Capital: IHSG Cenderung Melemah

Magnus Capital - detikFinance
Senin, 17 Des 2012 09:24 WIB
Jakarta - Pada perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG ditutup melemah 11.32 poin ke level 4308.86 akibat aksi profit taking investor,dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.78 triliun dan asing membukukan net buy sebesar Rp 19.045 miliar. Indeks Dow Jones pada perdagangan jumat lalu ditutup melemah -35.71 ke level 13135.01 sedangkan indeks Nasdaq ditutup melemah -0.70% dan S&P ditutup melemah -0.41%. Setimen negatif dari fiscall cliff yang hanya tinggal seminggu sebelum libur natal tiba menjadi perhatian para investor. Jika tidak terjadi kesepakatan , maka pajak yang harus dibayar semua warga amerika serikat akan mengalami kenaikan. Sentimen positif dari Industrial Production yang mengalami kenaikan sesuai dengan perkiraan menjadi 0.3% gagal menjadi katalis penggerak indeks. Indeks regional pagi ini dibuka mixed cenderung melemah, diperkirakan akan memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.

Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 4275-4320. Indikator Stochastic oscillator membentuk sinyal death cross dan RSI bergerak downtrend. MACD bergerak Flat. cermati saham ADHI, WIKA, BEST, MAPI.


BIPI: Perseroan melepas saham 99.8% saham PT Benakat Patina (BP), anak usaha perseroan yang bergerak dibidang energi dan Jasa Pendukungnya. Nilai trasaksi mencapai US$ 105 juta.
LAMI: Perseroan akan memulai pembangunan surabaya Design Center gednung perkantoran 20 lantai di kawasan jalan Basuki Rahmat Surabaya pada pertengahan tahun depan. Nilai Investasinya sekitar Rp 300 miliar.
CMPP: Perseroan akan masuk ke sektor batubara. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak kinerha keuangan.
ESSA: Perseroan mengubah penggunaan dana hasil IPO saham. Hal itu terjadi seiring diperolehnya kesepakatan harga pasokan gas untuk anak usaha perseroan , PT Panca Amara Utama.
AKRA: Perseroann membukukan kelebihan permintaan sebanyak 1.7 kali dalam penawaran obligasi I-2012 senilai Rp 1.5 triliun.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads