Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat

Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat

- detikFinance
Jumat, 21 Des 2012 08:28 WIB
Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat
Jakarta - IHSG kembali terkoreksi, dipicu penurunan sektor Barang Konsumsi. Pasar saham Indonesia kembali mengalami koreksi, dimana pada perdagangan kemarin IHSG ditutup turun -0.49% ke level 4,254. Koreksi terutama disebabkan aksi profit taking pada sektor Barang Konsumsi (-2.40%) dan Aneka Industri (-2.34%). Dari sektor Barang Konsumsi, saham UNVR dan GGRM anjlok masing masing -4.6% dan -2.7% sementara dari sektor Aneka Industri harga saham ASII terkoreksi sebesar -2.6%. Adapun tiga sektor yang mencatatkan kenaikan adalah sektor Industri Dasar (+0.90%), Keuangan (+0.48%) dan Infrastruktur (+0.36%). Nilai tukar Rupiah juga melemah ke level IDR 9,655/USD, dimana selama bulan December Rupiah telah melemah –0.38% dan jika dihitung sejak awal tahun Rupiah melemah –6.07%. Menurut kami penurunan ini disebabkan meningkatnya permintaan USD menjelang akhir tahun. Namun demikian, meski IHSG terkoreksi investor asing kembali mencatatkan posisi net buying senilai IDR 141 miliar. Ke pasar Asia, pa sar saham bergerak mix dimana deadlock pembahasan fiscal cliff di Amerika masih menjadi katalis pergerakan bursa. Sementara itu, penguatan nilai tukar Yen membuat investor khawatir akan menganggu ekspor Jepang. Indeks MSCI Asia Pacific turun -0.1% sementara indeks Nikkei 225 anjlok -1.19%. Adapun indeks Hang Seng naik +0.16% yang diikuti oleh indeks CSI 300 yang naik +0.58%. Berita tambahan dari Jepang, Bank of Japan berencana menambah program pembelian asset menjadi 76 triliun yen dari sebelumnya 66 triliun yen guna mencegah Jepang masuk dalam masa resesi yang berkepanjangan.

Pertumbuhan ekonomi angkat Wall Street. Pertumbuhan ekonomi Amerika selama 3Q12 yang cukup tinggi menjadi katalis positif bagi pasar saham. Berdasarkan data yang dirilis, ekonomi AS pada 3Q12 tumbuh +3.1%, diatas estimasi pasar sebesar +2.8%. Akibatnya indeks DJIA semalam ditutup naik +0.45% ke level 13,311 sementara indeks S&P 500 +0.55% ke 1,443 dan Nasdaq +0.20% ke 3,050. Selain data ekonomi, Personal Consumption juga tumbuh +1.6% selama 3Q12. Dari sektor perumahan, Existing Home Sales di bulan November tumbuh +5.9% dan House Price Index naik +0.5% selama bulan October. Satu satunya data yang kurang menyenangkan adalah naiknya Initial Jobless Claims ke level 361 ribu dari 343 ribu pada minggu sebelumnya. Perkembangan terakhir negosiasi fiscal cliff, dikabarkan kubu Parlemen yang diwakili John Boehner bersedia melakukan negosiasi kembali dengan Presiden Barack Obama.

Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat (Range 4,235β€”4,285). IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin dan menguji support level yang berada di 4,250. Indeks juga sempat mencoba untuk melewati support level tersebut di atas namun kembali mengalami kegagalan, hal tersebut memberikan peluang bagi IHSG untuk mengalami technical rebound dan bergerak menuju resistance level di 4,270 hingga 4,285. Namun jika harga gagal bertahan di atas 4,250 mungkin dapat dipertimbangkan untuk clear all position. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif cenderung menguat.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads